
Ia mengaku dengan kemandirian 27 orang anggotanya, membut Pokdarwis ini mendapat banyak apresiasi atas kegigihan membangun sebuah danau terbengkalai yang ditinggal paska kandungan timahnya ditambang.
“Salut terhadap para pejuang Danau Pading. Apa yang kalian lakukan ini, luar biasa dan semangat ini harus didampakkan kepada para pelaku wisata lain,” pungkasnya.
Ia juga mengatakan kesuksesan pengelola tempat wisata ini adalah dengan mendapatkan pemasukan rata-rata hingga Rp 5 juta.
“Ini adalah suatu bukti yang sudah berdarah-darah membangun dan mengelola Danau Pading dari penyewaan gazebo dan warung anggota Pokdarwis,” tambahnya.
Dikatakannya lebih lanjut, selain Danau Pading, Desa Perlang juga memiliki wisata air terjun, wisata bahari pantai dan Bukit Pading dibalik Danau Pading yang dikelola oleh 4 divisi yang mengelola masing-masing kawasan dengan total anggota diatas 50 orang.
Bahkan di Bukit Pading, masih ada Linau Perlang Mentari, sebuah danau di bukit yang masih sulit dijangkau, harus berjalan kaki dan medan yang masih sulit ditempuh.