
Reuters melaporkan pada 16 Oktober 2026 bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui penerimaan bantuan dari negara-negara tetangga untuk menangani kebakaran. Krisis asap juga menimbulkan gangguan kesehatan dan berdampak hingga Malaysia serta Timor-Leste.
Dalam kondisi tersebut, perhatian publik terhadap sikap artis dan influencer menjadi bagian dari perdebatan mengenai tanggung jawab sosial figur berpengaruh.
Meski demikian, belum ada dasar yang cukup untuk menyebut seluruh artis yang pernah meramaikan kampanye Prabowo-Gibran sebagai pihak yang bungkam soal karhutla. Sejumlah figur publik justru telah menyuarakan persoalan asap dan mendesak penanganan yang lebih serius.
Kritik Vicky pada akhirnya menjadi pengingat bahwa popularitas tidak hanya dapat digunakan untuk membangun citra atau mengejar perhatian warganet. Pengaruh yang besar juga bisa dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi yang benar dan mendorong kepedulian terhadap warga terdampak.