Scroll untuk baca artikel
Pangkalpinang

Unik, Enam Agama Berbeda Wisuda Bersama

498
×

Unik, Enam Agama Berbeda Wisuda Bersama

Sebarkan artikel ini
IMG 20231018 WA0010
Foto: Prosesi wisuda. (Ist)

INTRIK.ID, PANGKALPINANG – Wali Kota Pangkalpinang, Dr. H. Maulan Aklil tampak hadir menemani sang istri, Monica Haprinda yang merupakan Ketua Badan Koordinasi Majelis Taklim (BKMT) Kota Pangkalpinang dalam Haflah Khotmil Qur’an dan Apresiasi Majelis Ilmu bagi setiap agama dalam peningkatan kualitas beragama di Provinsi Bangka Belitung.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Asrama Haji Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (18/10/2023).

Wali Kota yang akrab disapa Molen itu mengatakan bahwa kegiatan tersebut sangat unik karena banyak emak-emak yang wisuda.

“Apa yang kita laksanakan di Pangkalpinang ini sangat unik, biasanya yang di wisuda adalah anak-anaknya, tapi emak-emaknya juga bisa di wisuda,” ujarnya.

Dengan semangat itu, Molen ungkapkan apresiasinya yang luar biasa, ia juga mengucapkan terima kasih kepada para guru-guru yang telah membimbing peserta Haflah Khotmil Qur’an dan Apresiasi Majelis Ilmu. Wali Kota Molen mengajak semua pihak untuk senantiasa menjaga keharmonisan kehidupan beragama di Kota Beribu Senyuman.

“Mungkin di luar sana tidak pernah terjadi wisuda Haflah Khotmil Qur’an dan Apresiasi Majelis Ilmu bareng ada enam agama”, sebut Molen disambut tepuk tangan riuh peserta.

Diketahui, peserta Haflah Khotmil Qur’an dan Apresiasi Majelis Ilmu yang akan di wisuda sebanyak 1.489 dari Agama Islam, 10 peserta dari Budha, 5 peserta dari Konghucu, 10 peserta dari Katolik, 10 peserta dari Kristen, dan 11 peserta dari Hindu. Adapun wisudawati lansia dengan usia paling tinggi ialah berumur 87 tahun.

“Kegiatan seperti ini sangat jarang sekali, ini adalah sebuah fenomena yang bagus. Wujud dari toleransi ummat beragama, merupakan hal yang penting dalam kehidupan kita. Jika setiap individu memiliki sikap toleransi maka akan mengurangi gesekan-gesekan yang terjadi,” ungkap Pj. Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Suganda Pandapotan Pasaribu.

Ia menambahkan, dengan latar belakang yang berbeda baik agama maupun suku dapat duduk bersama. Menurutnya ini bentuk toleransi yang nyata, bukan hanya slogan, bagaimana keharmonisan beragama di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Terbukti hari ini terlaksana wisuda untuk mempelajari kitab suci masing-masing, bukti bahwa tidak pernah menyerah menuntut ilmu. Mari kita jaga bersama kerukunan, keamanan dan ketentraman di Provinsi Bangka Belitung, kita hindari perpecahan terutama konflik agama,” ajaknya. (*)