
Meski terdengar menjanjikan, angka performa tersebut masih perlu dilihat dalam konteks pengujian dan spesifikasi final kendaraan. Klaim pabrikan tidak otomatis berarti kemampuan yang sama dapat digunakan secara aman dalam kondisi lalu lintas sehari-hari.
Istilah mobil terbang dapat memunculkan gambaran kendaraan yang mampu mengudara, berpindah tempat, lalu mendarat seperti pesawat.
Namun, demonstrasi Roadster belum membuktikan bahwa kendaraan tersebut mampu melakukan penerbangan berkelanjutan seperti pesawat atau membawa penumpang melintasi jarak jauh.
Laporan CNN menyoroti bahwa kemampuan terangkat sesaat dari permukaan belum cukup untuk menyimpulkan sebuah kendaraan benar-benar praktis sebagai mobil terbang. Transisi dari pergerakan di darat ke udara, kestabilan, bobot kendaraan, serta keselamatan penerbangan menjadi tantangan teknis yang tidak sederhana.
Dalam demonstrasi di Texas, kendaraan juga tidak membawa pengemudi. Karena itu, pertunjukan tersebut belum dapat dijadikan bukti bahwa seluruh kemampuan yang ditampilkan siap digunakan oleh pemilik kendaraan di kondisi nyata.
Selain persoalan teknis, penggunaan Roadster sebagai kendaraan terbang juga berhadapan dengan persoalan regulasi.
Kendaraan yang dapat mengudara berpotensi masuk ke ranah pengawasan penerbangan, selain harus memenuhi ketentuan kendaraan bermotor yang berlaku. Persyaratan keselamatan, lokasi lepas landas dan pendaratan, hingga izin pengoperasian perlu diperjelas sebelum teknologi seperti ini bisa digunakan secara luas.
Hingga demonstrasi tersebut berlangsung, kepastian mengenai legalitas fitur penerbangan Roadster di ruang publik belum dijelaskan secara tuntas.