
Kasus itu berlanjut ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Pada 2026, CAS mempertahankan denda terhadap FAM, meskipun mengubah cakupan larangan bermain bagi tujuh pemain yang terlibat.
Dampaknya tidak berhenti pada para pemain. Krisis tersebut turut mengguncang organisasi sepak bola Malaysia. Pada Januari 2026, seluruh anggota komite eksekutif FAM mengundurkan diri setelah muncul tekanan menyusul sanksi FIFA.
AFC kemudian terlibat dalam evaluasi tata kelola organisasi tersebut untuk mengidentifikasi kelemahan administrasi dan mendorong reformasi.
FAM masuk dalam kategori AFC Member Association of the Year (Gold). Dalam kategori ini, FAM bersaing dengan Asosiasi Sepak Bola Hong Kong dan Federasi Sepak Bola Seluruh India.
Penting untuk membedakan pencalonan administratif dengan penilaian atas prestasi dan tata kelola sebuah federasi. Masuknya FAM ke dalam daftar kandidat tidak otomatis berarti AFC telah menyatakan seluruh persoalan yang membelit organisasi tersebut selesai.