Scroll untuk baca artikel
Provinsi Bangka Belitung

Terkait Hal Ini, Dua Direktur Rumah Sakit ‘Ngadu’ ke Gubernur

151
×

Terkait Hal Ini, Dua Direktur Rumah Sakit ‘Ngadu’ ke Gubernur

Sebarkan artikel ini
IMG 20230206 WA0006

INTRIK.ID, PANGKALPINANG – Direktur Utama RSUD Dr (H.C) Ir Soekarno Provinsi Kepulauan Babel, dr Ira Ajeng Astried menyebut jika rumah sakit yang ia pimpin kekurangan ruangan Intensive Care Unit atau ICU.

Hal itu disampaikannya saat pertemuan bersama Pj Gubernur Bangka Belitung Ridwan Djamaluddin berserta stakeholder terkait, di Rumah Dinas Gubernur Babel, Minggu (5/2/2023).

Selain itu, permasalahan lain yang dihadapinya antara lain akses rumah sakit yang dirasa sulit ditempuh. Meskipun Rumah sakit ini tipe B, masyarakat Babel jarang menjangkau rumah sakit ini.

“Kalaupun ada pasien yang datang, pasti rumah sakit lain tidak sanggup. Kami juga merasa kekurangan ruang ICU. Karena pasien yang datang ke RSUP cenderung memang pasien kritis,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur UPTD Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD), dr Ria menyampaikan bahwa RSJD terjadi keterbatasan sumber daya manusia (SDM). Hal ini semakin dirasakan ketika salah satu terapis wicara berpindah tugas.

“Kami juga mau menyampaikan persoalan nama rumah sakit. Karena sampai saat ini RSJD belum ada namanya. Kami sudah konsultasikan ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes), lalu diarahakan bersurat ke provinsi hingga ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Tapi sampai sekarang belum tau wewenangnya siapa untuk memberikan nama rumah sakit,” tambahnya.

Menanggapi permasalahan ini, Pj Gubernur Ridwan mengatakan, untuk penambahan kapasitas ICU, pihaknya berupaya untuk berproses ke Kemendagri RI dan DPRD agar dapat melakukan pergeseran anggaran mendahului. Selain itu, Pj Gubernur menginstruksikan untuk membuat proposal agar melibatkan pihak ketiga, sehingga tidak perlu menggunakan dana APBD.

Selanjutnya untuk RSJD, Ridwan akan segera bersurat untuk memenambah SDM. Bukan dari segi kuantitas tapi kualitas. Sehingga yang dibutuhkan adalah tenaga profesional di RSJD.

“Kondisi ini tidak mudah. Tapi jangan menyerah. Kita perbaiki, kita fokus prioritaskan mana dulu yg harus dikerjakan. Baru, satu-persatu kita selesaikan,” pungkasnya.

Sementara Kadinkes Babel, Andri Nurtito turut memberi saran terhadap permasalahan RSUP, yaitu dengan memanfaatkan periklanan. Karena dengan ditetapkannya RSUP sebagai rumah sakit tipe B, ada kelebihan RSUP yang tidak dimiliki rumah sakit lain, seperti kateterisasi jantung, endoscopy dan colomoscopy, perawatan kecantikan dengan laser CO2 fractional, serta intervensi nyeri. (*/red)