
“Saya pakai bis umum, mau sewa mobil kami tidak punya uang. Saya terkadang sudah tidak sanggup menyusuri perjalanan tersebut. Namun jika tidak dilakukan, maka kondisi saya semakin lemas, malahan untuk bernafas saja saya agak sulit. Saat ini hanya istri saya yang bekerja, dan itupun bekerja sebagai buruh di kebun-kebun warga,” ucapnya.
Dini bersyukur, tindakan cuci darah bisa gratis hanya saja obat-obatan ada yang harus ditebus.
“Alhamdullilah untuk tindakan cuci darahnya itu gratis, cuma jika ada resep dari Dokter untuk obatnya itu kami beli. Karena kami enggak punya cukup banyak uang biasanya kami hanya beli setengah saja. Terimakasih banyak PT Timah telah membantu kami, bantuan ini akan kami pergunakan untuk beli obat – obatan saya dan juga untuk biaya hidup kami sehari – hari,” tutupnya.