
“Lingkungan kerja juga mendukung, perusahaan juga mendukung. Misalnya kami masih punya waktu pumping dan saat jam kerja untuk memenuhi kebutuhan ASI anak. Ada ruang menyusui juga,” ucapnya.
Meski demikian kata dia, tak dipungkiri terkadang menjadi ibu pekerja memiliki dilema seperti tidak bisa mendampingi anak secara terus menerus untuk melihat tumbuh kembangnya.
“Kadang ada saja kepintaran anak yang terlewatkan begitu saja, karena kita enggak bisa full time melihat tumbuh kembang anak. Jadi saya sebisa mungkin untuk tidak membawa pekerjaan pulang ke rumah agar waktu bersama itu berkualitas,” ucapnya.
Ia mengatakan, ibu-ibu pekerja tak perlu berkecil hati karena pada dasarnya, saat mendampingi anak dan keluarga tidak hanya dilihat dari kuantitas waktu tapi juga kualitas kebersamaan.
“Tetap semangat untuk ibu-ibu pekerja di luar sana jangan terlalu berkecil hati karena kita enggak punya waktu yang banyak di rumah. Yakinlah bahwa quality time itu lebih baik daripada waktu yang panjang tapi kita habiskan sia-sia di rumah cuma buat marah-marah,” pesannya.
Sama halnya dengan pekerja perempuan lainnya di PT Timah Tbk, Avi Wulandari. Ibu dua anak ini berbagi pengalamannya menjalankan peran ganda sebagai ibu dan pekerja perempuan.
Sebagai analis kimia di Divisi Eksplorasi, Avi menceritakan pekerjaannya memilliki risiko tersendiri seperti paparan radiasi. Namun, hal itu tak membuat dirinya mengeluh.
“Setiap pekerjaan itu pasti ada risikonya seperti saya yang menguji sampel itu ada risiko terpapar radiasi, tapi untuk saya masih terbilang kecil risikonya tinggal bagaimana kita bisa menjaga kesehatan dengan baik,” ucapnya.
Sebagai seorang Ibu, Avi juga berupaya untuk memberikan yang terbaik kepada keluarganya. Sehingga, Avi mensiasati dengan management waktu yang tepat dan melakukan persiapan dengan matang.
“Tantangannya memang di pembagian waktu, tapi karena sudah terbiasa saya sudah punya ritme sendirinya. Jadi bisa balance antara aktivitas di rumah dan di kantor. Tentunya dengan dukungan anggota keluarga juga,” ucap Ibu dua anak ini.
Ia mencontohkan, setiap pekan dirinya akan melakukan food preparation agar bisa memudahkannya untuk menyiapkan bekal dan mendukung nutrisi keluarga.