
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kelayakan penerima bantuan berkaitan dengan hasil pendataan dan tingkat kesejahteraan keluarga. Karena itu, pembaruan data menjadi hal penting agar bantuan dapat disalurkan kepada masyarakat yang memenuhi persyaratan.
Saparudin turut mengingatkan bahwa pemanfaatan bantuan perlu disesuaikan dengan kebutuhan setiap keluarga. Menurutnya, komponen keluarga turut memengaruhi kebutuhan yang harus dipenuhi.
“PKH ini diperuntukkan untuk anak sekolah. Jadi, jika dalam keluarganya ada anak yang masih sekolah, uangnya untuk buku sekolah. Lalu, jika ada lansia, untuk vitamin. Begitu juga bagi disabilitas,” tuturnya.
Ia berharap bantuan tersebut dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan dasar keluarga, terutama pendidikan anak serta kebutuhan anggota keluarga yang memerlukan perhatian khusus.
Selain persoalan penyaluran bantuan, Saparudin mengingatkan masyarakat agar tidak terlibat dalam judi online (judol). Ia juga meminta penerima bantuan berhati-hati terhadap penipuan yang berpotensi menyasar data pribadi maupun informasi perbankan.
“Jaga baik-baik data diri maupun data perbankan. Jangan sembarangan diberikan kepada pihak lain,” pesannya.