
Sebelumnya, warga mengeluhkan akses sinyal internet dan sinyal telpon yang tak kunjung ada hingga saat ini. Bahkan, wagra harus ke desa yang berjarak 15 menit dari dusuni agar mendapat sinyal atau berjalan keatas bukit.
Akses jalan yang rusak, sinyal yang susah membuat informasi yang masuk ke dusun Kerasak sangat terbatas dan terlambat.
Ata misalnya, warga desa dusun Kerasak mengatakan, saat ada saudara mau mengabari jika ada musibah, dirinya baru tau saat berada di Desa.
“Ada warga yang kemarin saudara kecelakaan baru tau 1 hari setelah kejadian karena dia baru ke Desa,” ucapnya.(Erwin)