
“Terima kasih PT Timah untuk bantuan yang sudah diberikan kepada saya. Ada peci dan kain sarung yang nanti akan saya gunakan untuk sholat dan saat beraktivitas menghafal Al-Qur’an di pondok,” ujar Rafiz.
“Semoga PT Timah terus memberikan bantuan seperti ini kepada para Tahfiz Al-Qur’an lainnya supaya kami semakin semangat belajar,” katanya.
Senada, Fadillah (15), santri kelas 2 di Pesantren Ma’had Utsman Bin Affan di Koba ini mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan oleh PT Timah.
Fadillah mulai menghafal Al-Qur’an sejak usia 13 tahun. Hingga kini ia telah berhasil menghafal enam juz Al-Qur’an.
“Kadang menghafal itu terasa mudah, tapi kadang juga sulit, apalagi mengingat huruf-hurufnya. Biasanya saya mengulang hafalan setiap hari supaya tetap terjaga. Untuk satu juz biasanya saya butuh sekitar satu bulan,” jelasnya.
Ia mengaku tidak menyangka akan mendapatkan bantuan tersebut. Baginya, beasiswa ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan hafalan Al-Qur’annya.