
INTRIK.ID, MANDALIKA — Balapan kandang menjadi kesempatan penting bagi Veda Ega Pratama untuk menunjukkan kemampuan di Kejuaraan Dunia Moto3 2026. Pembalap Indonesia itu akan memulai Pertamina Grand Prix of Indonesia dari posisi ketujuh di Sirkuit Internasional Mandalika, Minggu (11/10/2026).
Posisi tersebut membuka peluang bagi Veda untuk bersaing di barisan depan. Namun, jalan menuju podium tidak akan mudah karena sejumlah pembalap cepat sudah menempati posisi start terdepan.
Berdasarkan hasil kualifikasi yang dirilis MotoGP, Brian Uriarte merebut pole position dengan catatan waktu 1 menit 36,861 detik. David Almansa menempati posisi kedua, sedangkan Alvaro Carpe berada di urutan ketiga.
Veda, yang memperkuat Honda Team Asia, mencatat waktu 1 menit 37,246 detik. Ia terpaut 0,385 detik dari Uriarte dan berhak menempati posisi start ketujuh.
Start dari posisi ketujuh membuat Veda memiliki peluang untuk mendekati kelompok terdepan sejak awal balapan. Akan tetapi, persaingan Moto3 dikenal ketat, dengan posisi antarpembalap yang dapat berubah dalam beberapa lap.
Start yang baik menjadi salah satu faktor penting bagi pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta, tersebut. Jika mampu menjaga posisi dan menemukan ritme balap yang kompetitif, Veda berpeluang memperbaiki posisinya secara bertahap.
Peluang masuk lima besar layak menjadi salah satu skenario yang diperhitungkan. Adapun perebutan podium akan bergantung pada kecepatan, konsistensi, strategi, dan situasi persaingan sepanjang balapan.
Prediksi tersebut bukan jaminan hasil akhir. Selisih waktu saat kualifikasi juga tidak otomatis menggambarkan hasil ketika seluruh pembalap bertarung dalam jarak balapan.
Balapan di Mandalika memiliki arti khusus bagi Veda karena berlangsung di hadapan pendukungnya sendiri. Antusiasme penonton Indonesia menambah perhatian terhadap kiprahnya pada musim debut di Moto3.
Dalam laporan resmi MotoGP, Veda menyambut positif keberhasilan mengamankan posisi start ketujuh dan berharap balapannya berjalan lancar.
Meski demikian, dukungan penonton tidak serta-merta menjamin hasil lebih baik. Veda tetap harus menghadapi tekanan persaingan internasional dan menjaga fokus saat menjalani balapan.
Pembalap berusia 17 tahun itu sebelumnya telah mencatatkan prestasi bersejarah dengan menjadi pembalap Indonesia pertama yang naik podium dalam balapan Grand Prix, setelah finis ketiga di Moto3 Brasil pada Maret 2026.
Pengalaman tersebut menjadi modal berharga untuk menghadapi balapan kandang, meskipun kondisi dan persaingan di setiap seri berbeda.
Veda perlu mewaspadai Uriarte yang memulai balapan dari posisi terdepan, serta Almansa yang menempati posisi kedua. Keduanya memiliki peluang untuk langsung mengendalikan persaingan sejak lap awal.
Perhatian juga tertuju pada Maximo Quiles. Pemuncak klasemen Moto3 2026 itu akan memulai balapan dari posisi keenam, tepat satu posisi di depan Veda.
Kondisi tersebut membuat persaingan di sekitar Veda semakin menarik. Selain berupaya memperbaiki posisi, ia juga berpeluang bersaing langsung dengan pembalap yang berada di papan atas klasemen.
Balapan Moto3 Indonesia dijadwalkan berlangsung pada Minggu (11/10/2026) pukul 11.00 WIB.
Bagi Veda, target realistisnya adalah memaksimalkan posisi start, menjaga konsistensi, dan tetap berada dalam persaingan kelompok depan. Jika semua faktor berjalan mendukung, peluang meraih hasil besar di hadapan publik sendiri tetap terbuka.
Kini, perhatian tertuju pada apakah pembalap muda Indonesia itu mampu mengubah posisi start ketujuh menjadi hasil yang lebih baik di Mandalika.