
Menurut Murhalim, kesulitan mendapatkan air paling terasa saat kemarau. Jika hujan tidak turun selama sekitar setengah bulan, sejumlah sumber air yang biasa digunakan warga dapat mengering.
“Kalau musim hujan memang tidak terlalu menjadi persoalan. Tetapi saat kemarau, kalau sampai sekitar setengah bulan tidak hujan, sumber air bisa kering. Karena itu sumur bor ini sangat dibutuhkan masyarakat,” katanya.
Sumur bor tersebut kini dimanfaatkan ratusan kepala keluarga di Dusun II. Warga tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh menuju sumber air untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Murhalim mengapresiasi dukungan PT Timah dan Kodim 0317/TBK yang menghadirkan fasilitas tersebut. Menurutnya, air merupakan kebutuhan dasar yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.