Sawiran Sering Nangis Bersama Istri

    Foto: Sawiran saat mencari udang. (Abi)

    INTRIK.ID, BANGKA SELATAN – Bangun pagi-pagi sudah menjadi kebiasan bagi Sawiran dalam kesehariannya. Sejak 1990, pria 52 tahun itu sudah berkelut dengan laut Toboali.

    Bagaimana tidak, Sawiran harus menjadi tukang sungkur udang untuk bertahan hidup. Tak peduli bahaya, ia tetap menjalani pekerjaannya untuk menafkahi delapan orang anaknya.

    Memang hasil dari menyungkur udang tidak menentu, bahkan pertama kali ia turun ke laut hanya mendapatkan Rp 15 ribu saja.

    Namun sekarang ia bisa memperoleh Rp 60 ribu per hari dengan harga udang sungkur Rp 20 ribu per kiko. Meskipun tak jarang ia harus pulang dengan tangan hampa jika cuaca buruk dan ada buaya.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Saya sering menangis bersama istriku pada waktu kerja kerasku tidak ada hasil, sebab anak anak ku butuh biaya sekolah, butuh makan, beras tidak ada, hanya menangis yang dapat kami lakukan meratapi nasib,” keluhnya, Senin (18/9/2023).

    Ia mengatakan hasil tangkapannya biasa dijual dengan warga sekitar.

    Bahkan alat sungkurnya sendiri dibuat sendiri dengan menggunakan wareng karena tidak mampu membeli yang lebih bagus.

    “Alat sungkurku aku bikin sendiri, beli wareng pakai uang sendiri, kalau beli alat sungkur dengan harga 300 ribu, bagiku belum mampu, lebih baik aku bikin sendiri,” kata Sawiran.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Ia mengaku belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah selama 27 tahun berprofesi sebagai pencari udang.

    “Pemerintah hanya bantu UMKM penjual belacan (terasi) saja tapi untuk bantuan ke tukang sungkurnya tidak pernah sama sekali,” keluhnya.

    Ia berharap pemerintah bisa memperhatikan nelayan sungkur udang agar bisa mengurangi beban ekonomi keluarganya.

    Ketua RT 02 RW 02 Kelurahan Tanjung Ketapang Toboali, Harsa mengatakan setidak ada 80 warganya yang berprofesi sebagai tukang sungkur.

    “Memang belum pernah ada sama sekali bantuan dari pemerintah untuk tukang sungkur udang,” ungkapnya.(Abi)

    Mungkin Suka Ini juga:
    Jejak Prasejarah Tersembunyi di Bangka Selatan Mulai Terungkap, Generasi Muda Diajak Jaga Warisan Alam Bukit Nenek

    Jejak Prasejarah Tersembunyi di Bangka Selatan Mulai Terungkap, Generasi Muda Diajak Jaga Warisan Alam Bukit Nenek

    Meriah! Rayakan HUT ke-18 Desa Permis, PT Timah Dukung Turnamen Voli Lintas Kabupaten

    Meriah! Rayakan HUT ke-18 Desa Permis, PT Timah Dukung Turnamen Voli Lintas Kabupaten

    Abdul Wahab Bisa Tenang, Biaya Pengobatan Anaknya Ditanggung PT Timah

    Abdul Wahab Bisa Tenang, Biaya Pengobatan Anaknya Ditanggung PT Timah

    PT Timah Matangkan Pembaruan RIPPM Bangka Selatan

    PT Timah Matangkan Pembaruan RIPPM Bangka Selatan

    1 Perwira dan Enam Bintara di Kodim 0432/Bangka Selatan Naik Pangkat

    1 Perwira dan Enam Bintara di Kodim 0432/Bangka Selatan Naik Pangkat

    Debby Pastikan SOP MBG Berjalan

    Debby Pastikan SOP MBG Berjalan