Rumah Rusak Parah, Warga Kundur Hampir 2 Tahun Tinggal di Rumah Anak

    INTRIK.ID, KARIMUN — Rumah yang seharusnya menjadi tempat berlindung justru hampir dua tahun tak bisa ditempati. Atap rumah Irwan (56), warga Desa Gemuruh, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun, runtuh hingga membuatnya terpaksa tinggal di rumah anak.

    Irwan merupakan salah satu penerima bantuan renovasi rumah dari PT Timah Tbk sepanjang semester I 2026. Bantuan tersebut menyasar warga yang rumahnya mengalami kerusakan dan memiliki keterbatasan ekonomi untuk melakukan perbaikan secara mandiri.

    “Hampir dua tahun rumah ini tidak bisa digunakan. Atapnya sudah runtuh, bukan sekadar bocor lagi. Sekarang kami bisa kembali tinggal di rumah sendiri. Rasanya jauh lebih nyaman dan tenang,” kata Irwan.

    Sebagai nelayan, Irwan mengaku kesulitan memperbaiki rumah secara mandiri karena penghasilannya tidak menentu. Ia bahkan telah mengajukan bantuan renovasi sekitar dua tahun sebelum akhirnya mendapat bantuan.

    “Saya tidak menyangka rumah ini akan direnovasi. Kami sudah mengajukan sekitar dua tahun yang lalu, akhirnya mendapat tanggapan dan direhab. Rasanya seperti mimpi melihat rumah ini sekarang sudah bagus,” ujarnya.

    Irwan bukan satu-satunya warga yang menghadapi persoalan rumah tidak layak huni. Di Kelurahan Parit, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, PT Timah juga membantu renovasi rumah Abu Samah (67) dan Maryati.

    Rumah Abu Samah yang dihuni bersama anaknya mengalami kerusakan cukup parah, terutama pada bagian belakang. Kondisi tersebut membuat sebagian rumah tidak lagi nyaman untuk ditempati.

    “Senang sekali, apalagi kondisi rumah, terutama di bagian belakang, sudah rusak parah. Terima kasih atas bantuannya, semoga ke depan PT Timah bisa terus membantu masyarakat seperti kami,” ujar Abu Samah.

    Sementara itu, kerusakan rumah Maryati berada pada bagian atap. Saat hujan turun, air masuk ke dalam rumah hingga menggenangi ruangan.

    “Alhamdulillah, saya sangat senang dan tidak menyangka akan dibantu renovasi rumah. Terima kasih PT Timah atas bantuannya, semoga ke depan semakin maju dan terus membantu masyarakat,” katanya.

    Sepanjang semester I 2026, PT Timah mencatat telah membantu renovasi tujuh rumah masyarakat di sejumlah wilayah operasionalnya. Program tersebut merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

    Jumlah itu lebih rendah dibandingkan tahun 2025, ketika perusahaan menyebut telah mewujudkan 11 rumah layak huni bagi masyarakat.

    Bantuan renovasi rumah tersebut diharapkan dapat membuat warga kembali memiliki tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman, terutama bagi keluarga yang sebelumnya kesulitan memperbaiki rumah karena keterbatasan ekonomi.(*)

    Sumber: PT Timah Tbk

      Ikuti kami di Facebook