
Razania juga ragu jika penerimaan 2024 bisa mencapai target yang seharusnya mengingat masih banyak masyarakat nunggak, data kendaraan dihapus dan ekonomi masyarakat yang sedang lesu.
“Kayaknya untuk tahun ini target gak tercapai. Kayaknya paling 93 persen. Karena kondisi ekonomi masyarakat juga serta faktor lainnya padahal tahun kemaren mencapai 135 persen penerimaan pajak kendaraan, ” jelasnya.
“Target tahun ini 47.000.853.700, tapi sampai saat ini realisasinya hanya mencapai 41.893.459.733 atau sekitar 89,13 persen saja, ” lanjutnya.