Scroll untuk baca artikel
Sosial

Rama Berharap Ada Yang Gendong saat Ingin Main

280
×

Rama Berharap Ada Yang Gendong saat Ingin Main

Sebarkan artikel ini
IMG 20230303 WA0007
Foto: Kondisi Rama saat ini. (Ist)

INTRIK.ID, BANGKA – Irsyad Ramadhan alias Rama (14) hanya bisa duduk meratapi nasibnya yang kini lumpuh. Warga Lingkungan Kampung Batu, Sungailiat itu tidak mampu lagi berjalan sejak kelas 2 SD.

Tubuhnya kini seakan hanya tulang berlapiskan kulit saja. Meskipun begitu, semangat untuk kembali sembuh dan berjalan normal masih menjadi harapan Rama.

Dengan kondisi ini, Rama hanya bisa berharap belas kasihan dari orang lain untuk menggendongnya agar bisa bermain bersama.

Ayahnya, Herli (41) mengatakan anak sempat jatuh terduduk saat masih duduk di TK (Taman Kanak-kanak).

“Saat masih TK dia itu jatuh, terduduk. Dari awal setelah kejadian, kondisi Rama itu masih normal. Barulah sekitar kelas 2 (SD), dia tidak bisa jalan. Kalau jalan, satu meter jatuh,” jelasnya, Jumat (3/3/2023).

Harli bercerita, saat menyadari putranya mengalami kelumpuhan, ia beserta kerabat dekatnya, berusaha untuk mengobati Rama. Diakuinya, segala macam cara pengobatan telah ditempuh, namun kondisi Rama tidak kunjung sembuh.

“Kalau diagnosis dokter, tulang ekor dia bermasalah. Mungkin akibat jatuh itu. Segala macam pengobatan, tradisional juga. Tapi, tidak ada perkembangan,” terang Harli.

“Kami ini, karena saya juga kerja serabutan, jadi tidak mampu bawa ke dokter terus. Kami sekarang hanya mengandalkan obat tradisional,” tambahnya.

Meski dengan kondisi keterbatasan fisik, semangat Rama untuk bersekolah tetap tinggi. Sampai saat ini, Rama masih menempuh pendidikan di Sekolah Luar Biasa (SLB) Sungailiat.

Dengan kondisi ekonomi keluarga saat ini, selaku orang tua, Harli tidak dapat berbuat lebih banyak. Karena penghasilannya sebagai buruh harian lepas, tidak cukup untuk membiayai pengobatan Rama.

Harli kagum dengan keinginan dan semangat Rama untuk belajar, namun dia serentak kerap memikirkan keinginan anaknya tersebut, terhalangi kondisi fisik yang sangat memprihatinkan.

“Ya, karena kami kondisinya sekarang ini, paling hanya bawa Rama berobat tradisional. Kalau dengan di mana ada info orang bisa ngobatin, kami ke sana. Tapi, kalau ke dokter, kami tidak mampu,” ucapnya.

Lebih lanjut, Harli sangat berharap kedepannya Rama mendapat bantuan, terutama dalam hal pengobatan. Karena, sampai saat ini dia terus berjuang mencari pemasukan seadanya demi kesembuhan Rama.

“Semoga nanti kalau sudah rezekinya Rama, ada yang bantu. Demi kesembuhan anak saya,” harap Harli.(*/red)