
“Kejuaraan di Kepulauan Riau ini masih jarang, kadang kalau atlet mau try out, biasanya harus keluar daerah. Di Karimun sendiri event seperti ini masih jarang,” ujarnya.
Ratusan karateka yang tampil berasal dari berbagai kelompok usia, mulai pra-usia dini, usia dini, pra-pemula, pemula, kadet, junior hingga senior. Pertandingan mempertandingkan nomor kata dan kumite, baik putra maupun putri.
Bagi FORKI, ajang tersebut bukan sekadar perebutan medali. Kompetisi menjadi ruang bagi atlet untuk mengukur kemampuan, membangun mental bertanding sekaligus mencari bibit potensial yang dapat dibina menuju level yang lebih tinggi.
“Kami ingin atlet-atlet mendapatkan pengalaman bertanding, mengasah potensi dan mengukir prestasi. Dari sini kami juga bisa melihat dan mencari atlet potensial untuk dibina lebih lanjut,” kata Rika.
Ia mengapresiasi perhatian PT Timah terhadap pengembangan olahraga di Karimun. Menurutnya, dukungan tersebut turut membantu menciptakan ruang kompetisi yang dibutuhkan para atlet muda.