
Ia mengapresiasi langkah pelestarian lingkungan yang dilakukan PT Timah, menurutnya kegiatan seperti ini sekaligus menjadi wadah untuk mengedukasi masyarakat tentang menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kita bersama untuk menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di wilayah pesisir. Dengan melibatkan masyarakat dan berbagai pihak, kita ingin menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab kita semua,” katanya.
Ia menjelaskan, untuk Kabupaten Bangka, plastik yang bisa terkelola baru sekitar 15,9 persen, itu pun baru dikelola oleh pengepul dan bank sampah. Masih banyak plastik yang masih memiliki nilai, namun belum dikelola dengan optimal.
Menurutnya, tidak semua sampah plastik bisa dikelola, seperti plastik dari terpal, jumbo bag, hingga kemasan saset yang tergolong sebagai sampah tertolak. Namun, ada solusi yang mulai dikembangkan bekerja sama dengan Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI), yaitu pengolahan sampah tertolak menjadi biosolar melalui metode pyrolysis di Desa Air Duren, Kecamatan Mendo Barat.
Dari aksi bersih-bersih yang dilakukan, berhasil dikumpulkan 32,9 kilogram sampah plastik yang langsung ditimbang dan diserahkan ke Bank Sampah di bawah pengelolaan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka.