
Edo mengatakan, mereka sudah dua bulan berada di Jakarta untuk menjalani pengobatan, bahkan kondisinya sempat drop yang menyebabkan jadwal operasi tertunda.
“Syukurnya, satu kebocoran jantung berhasil diperbaiki. Namun, kebocoran kedua harus ditunda karena risiko yang terlalu tinggi jika dilakukan bersamaan. Kontrol enam bulan pasca operasi di Jakarta menunjukkan kondisi jantung Arkana sudah membaik, harapan kini bertumpu pada perkembangan usia, agar kebocoran kedua dapat menutup dengan sendirinya,” jealasnya.
Sebagai pekerja serabutan, Edo mengalami kendala finansial untuk mengobati anaknya. Biaya pengobatan yang dibutuhkan tidak sedikit sehingga dirinya membutuhkan uluran tangan dari berbagai pihak, termasuk PT Timah Tbk.
Kondisi ini diperparah dengan kebutuhan nutrisi khusus Arkana. Balita ini harus mengonsumsi susu khusus melalui infus hidung ke lambung, sesuai rekomendasi dokter.