
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa persoalan suap yang disoroti Presiden tidak hanya ditempatkan sebagai masalah di level birokrasi bawah. Prabowo menyebut praktik tersebut juga menyentuh lingkaran pengambil kebijakan di tingkat tinggi.
Meski demikian, Prabowo tidak merinci siapa pihak yang disebut berupaya menyogok dirinya maupun bentuk tawaran yang diberikan. Ia mengatakan pemerintah mengetahui persoalan tersebut dan terus berupaya melakukan pembenahan.
“Saya paham. Kita melihat dan kita berusaha memperbaiki,” katanya.
Prabowo mengatakan perbaikan dilakukan antara lain melalui pendekatan persuasif, komunikasi, serta penyampaian pesan mengenai pentingnya kebenaran dan kepentingan bangsa.
“Dengan persuasif, dengan dakwah, dakwah kebenaran, dakwah kebangsaan, dengan bicara, dengan meyakinkan,” ujar Prabowo.