
Risya juga mengungkapkan, pihaknya akan menggelar final tertutup untuk mengantisipasi kejadian tersebut terulang kembali.
“Nanti final kami akan adakan tertutup. Yang boleh nonton cuma saya, jajaran, forkopimda serta teman-teman pers saja,” ungkap Kapolres Bangka Tengah tersebut.
Kejadian kericuhan tersebut sempat di videokan oleh penonton dimana terlihat banyak orang berkerumun dan saling dorong antar pemain dan supporter serta wasit.(Erwin)