
INTRIK.ID, JAKARTA — Nasib Piala Asia 2027 di Arab Saudi masih menjadi perhatian. Di tengah sorotan terhadap situasi keamanan Timur Tengah, Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyebut kepastian penyelenggaraan turnamen akan dibahas dalam rapat Komite Eksekutif (Exco) Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) pada 18 November 2026 di Bangkok, Thailand.
Menariknya, AFC baru saja merilis jadwal lengkap pertandingan Piala Asia 2027 pada 26 Oktober 2026. Turnamen tersebut masih tercantum berlangsung pada 7 Januari hingga 5 Februari 2027 di Arab Saudi.
Lantas, apakah Arab Saudi tetap menjadi tuan rumah sesuai rencana, atau justru muncul perubahan besar yang membuat turnamen diundur hingga 2028?
Erick belum memberikan kepastian mengenai keputusan yang akan diambil AFC. Ia meminta semua pihak menunggu hasil pembahasan dalam pertemuan tersebut.
“Bulan November tanggal 18 kalau tidak salah. Kita tunggu saja nanti kan ada rapat AFC Exco di Bangkok. Saya juga diundang, nanti kita lihatkan seperti apa,” ujar Erick setelah menghadiri gala premiere film The Longest Wait di Jakarta, Rabu (28/10/2026) malam.
Pernyataan tersebut membuat rapat Exco AFC menjadi salah satu agenda penting yang patut dicermati, terutama bagi negara peserta yang tengah mempersiapkan diri menuju turnamen sepak bola terbesar di Asia tersebut.
AFC telah mengumumkan jadwal lengkap pertandingan, mulai dari fase grup hingga final. Langkah ini menunjukkan bahwa persiapan kompetisi masih mengacu pada agenda awal.
Sebelumnya, panitia penyelenggara juga menyatakan pada 16 Oktober bahwa turnamen tetap direncanakan berlangsung sesuai jadwal.
Meski demikian, rilis jadwal tidak serta-merta menutup kemungkinan perubahan apabila nantinya terdapat keputusan resmi dari AFC.
Situasi keamanan kawasan Timur Tengah menjadi latar belakang munculnya pertanyaan mengenai kelangsungan turnamen. Namun, hingga ada pengumuman resmi yang menyatakan sebaliknya, Arab Saudi tetap tercatat sebagai tuan rumah Piala Asia 2027.
Dengan demikian, kabar mengenai penundaan hingga 2028 masih perlu ditempatkan sebagai kemungkinan, bukan keputusan final.
Bagi Timnas Indonesia, kepastian jadwal bukan perkara sepele. Perubahan waktu penyelenggaraan dapat memengaruhi agenda pemusatan latihan, pertandingan persahabatan, pemanggilan pemain, hingga pengaturan kondisi fisik skuad.
Timnas Indonesia dijadwalkan bersaing di Grup F bersama Jepang, Qatar, dan Thailand. Berdasarkan jadwal AFC yang dirilis pada 26 Oktober, skuad Garuda akan memulai perjuangan menghadapi Jepang pada 11 Januari 2027.
Lima hari kemudian, Indonesia dijadwalkan bertemu Qatar pada 16 Januari, sebelum menutup fase grup melawan Thailand pada 20 Januari 2027.
Ketiga pertandingan tersebut akan menjadi ujian penting bagi Indonesia dalam menghadapi lawan-lawan yang memiliki pengalaman di kompetisi level Asia.
Jika jadwal tetap berjalan, tim pelatih dapat melanjutkan persiapan berdasarkan kalender yang sudah tersedia. Sebaliknya, jika terjadi perubahan, PSSI perlu menyesuaikan program agar kesiapan tim tidak terganggu.
Ketidakpastian jadwal juga memunculkan pertanyaan mengenai program jangka panjang pelatih John Herdman.
PSSI sebelumnya mengumumkan kontrak Herdman selama dua tahun dengan opsi perpanjangan dua tahun berikutnya. Artinya, masa kontrak awalnya mencakup periode hingga 2027.
Apabila Piala Asia benar-benar diundur hingga 2028, PSSI perlu mengevaluasi penyesuaian program tim dan keberlanjutan kontrak pelatih tersebut.
Namun, penundaan turnamen tidak otomatis membuat kontrak Herdman berakhir atau harus diperpanjang. Keputusan mengenai masa depannya tetap berada di tangan PSSI berdasarkan evaluasi dan kesepakatan kontrak.
Bagi Indonesia, yang terpenting bukan hanya memastikan kapan turnamen berlangsung, melainkan menjaga kesinambungan persiapan agar skuad Garuda bisa tampil maksimal ketika kompetisi digelar.
Kini perhatian tertuju pada rapat Exco AFC di Bangkok. Pertemuan tersebut diharapkan memberikan kejelasan mengenai penyelenggaraan Piala Asia 2027 di tengah berbagai pertanyaan yang berkembang.
Ada dua hal yang perlu dibedakan: jadwal resmi yang saat ini masih berlaku dan kemungkinan perubahan yang belum diputuskan.
Jika Arab Saudi tetap menjadi tuan rumah, persiapan peserta dapat berlanjut sesuai kalender awal. Jika AFC mengambil keputusan berbeda, federasi peserta harus segera menyesuaikan rencana masing-masing.
Bagi Indonesia, kepastian lebih awal akan membantu PSSI dan tim pelatih menyusun strategi secara lebih terukur.
Piala Asia 2027 bukan hanya soal siapa yang menjadi tuan rumah. Bagi Timnas Indonesia, kepastian jadwal juga menyangkut kesiapan skuad, kesinambungan program pelatih, dan peluang menghadapi persaingan di level tertinggi sepak bola Asia.
Publik kini menunggu hasil rapat AFC pada 18 November 2026. Apakah Arab Saudi tetap menggelar turnamen sesuai jadwal, atau ada perubahan yang akan mengubah kalender sepak bola Asia?
Jawabannya masih menunggu keputusan resmi AFC.