
Situasi keamanan kawasan Timur Tengah menjadi latar belakang munculnya pertanyaan mengenai kelangsungan turnamen. Namun, hingga ada pengumuman resmi yang menyatakan sebaliknya, Arab Saudi tetap tercatat sebagai tuan rumah Piala Asia 2027.
Dengan demikian, kabar mengenai penundaan hingga 2028 masih perlu ditempatkan sebagai kemungkinan, bukan keputusan final.
Bagi Timnas Indonesia, kepastian jadwal bukan perkara sepele. Perubahan waktu penyelenggaraan dapat memengaruhi agenda pemusatan latihan, pertandingan persahabatan, pemanggilan pemain, hingga pengaturan kondisi fisik skuad.
Timnas Indonesia dijadwalkan bersaing di Grup F bersama Jepang, Qatar, dan Thailand. Berdasarkan jadwal AFC yang dirilis pada 26 Oktober, skuad Garuda akan memulai perjuangan menghadapi Jepang pada 11 Januari 2027.
Lima hari kemudian, Indonesia dijadwalkan bertemu Qatar pada 16 Januari, sebelum menutup fase grup melawan Thailand pada 20 Januari 2027.
Ketiga pertandingan tersebut akan menjadi ujian penting bagi Indonesia dalam menghadapi lawan-lawan yang memiliki pengalaman di kompetisi level Asia.
Jika jadwal tetap berjalan, tim pelatih dapat melanjutkan persiapan berdasarkan kalender yang sudah tersedia. Sebaliknya, jika terjadi perubahan, PSSI perlu menyesuaikan program agar kesiapan tim tidak terganggu.
Ketidakpastian jadwal juga memunculkan pertanyaan mengenai program jangka panjang pelatih John Herdman.
PSSI sebelumnya mengumumkan kontrak Herdman selama dua tahun dengan opsi perpanjangan dua tahun berikutnya. Artinya, masa kontrak awalnya mencakup periode hingga 2027.
Apabila Piala Asia benar-benar diundur hingga 2028, PSSI perlu mengevaluasi penyesuaian program tim dan keberlanjutan kontrak pelatih tersebut.