
“Saya berharap ditengah tingginya inflasi saat ini bisa menguntungkan mitra ternak ini dalam menekankan biaya pakan bebek dan ternak lainnya lalu bisa menghasilkan keuntungan lebih tinggi untuk penjualan daging maupun telur ternak untuk konsumsi,” tutur Sari.
Sementara itu, Yupi Ramadhani selaku ketua mitra ternak mengucapkan terima kasih kepada dosen UBB atas bantuan mesin pencacah pakan bebek yang diberikan kepada pihaknya.
“Saya yakin dengan adanya mesin ini saya dan mitra lainnya tidak perlu lagi beli pakan ternak tetapi bisa produksi sendiri dengan mencampurkan bahan pakannya. Untuk kedepannya saya juga berharap UBB masih tetap melanjutkan program ini dan membantu kami dalam penyediaan mesin pemotongan daging, misalnya bantuan mesin untuk mencabut bulu ternak secara otomatis atau bantuan bibit dan kandang yang lebih besar sehingga sangat memudahkan usaha kai ini,” ungkap Yupi.
Kegiatan tersebut di tutup dengan serah terima mesin pencacah pakan bebek dari dosen Universitas Bangka Belitung kepada mitra ternak.(*/red)