
Perekonomian Babel tahun 2021 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), atas dasar harga berlaku (ADHB) mencapai Rp85,94 triliun dan PDRB atas dasar harga konstan (ADHK) 2010 mencapai Rp55,36 triliun. Sementara itu, PDRB per kapita Babel tahun 2021 mencapai Rp58,34 juta.
Diketahui pula ekonomi Babel tahun 2021 tumbuh sebesar 5,05 persen, meningkat dibandingkan tahun 2020 yang terkontraksi sebesar 2,30 persen. Dari sisi produksi, sumber pertumbuhan terbesar berasal dari lapangan usaha Industri Pengolahan, Sektor Pertanian, dan Perdagangan Besar dan Eceran. Sementara, dari sisi pengeluaran, sumber pertumbuhan terbesar berasal dari komponen Ekspor Luar Negeri.
Oktarizal juga memaparkan struktur PDRB dan Pertumbuhan Ekonomi Menurut Lapangan Usaha triwulan IV-2021 (y-on-y) tumbuh sebesar 6,32 persen dibandingkan triwulan IV-2020. Pertumbuhan ekonomi dapat dipandang sebagai bertambahnya jumlah barang dan jasa yang dihasilkan oleh semua lapangan usaha yang ada di suatu wilayah selama kurun waktu setahun. Besarnya peranan berbagai lapangan usaha ekonomi dalam meproduksi barang dan jasa sangat menentukan struktur ekonomi suatu daerah. Di tengah himpitan pandemi, hal ini jelas sukar terjadi.
Kemudian Lapangan Usaha yang memberikan kontribusi terbesar adalah Industri Pengolahan sebesar 20.27 persen, diikuti Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 19,18 persen, dan Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 14.90 persen. Ketiga lapangan usaha ini memberikan kontribusi mencapai 54,35 persen terhadap PDRB triwulan IV-2021.