Persija Dihantam Persita 3-2, Dominasi 76 Persen Macan Kemayoran Berakhir Sia-sia!

    INTRIK.ID — Persija Jakarta harus menelan kekalahan menyakitkan saat bertandang ke markas Persita Tangerang dalam lanjutan BRI Super League 2026/2027. Meski menguasai pertandingan hingga 76 persen, Macan Kemayoran justru pulang tanpa poin setelah kalah dramatis 2-3 di Banten International Stadium, Sabtu (17/10/2026).

    Hasil ini menjadi sorotan karena Persija sebenarnya lebih dominan dalam penguasaan bola dan jumlah peluang. Namun, dominasi tersebut tidak cukup untuk membendung efektivitas Persita yang mampu memaksimalkan kesempatan di depan gawang.

    Berdasarkan data resmi ILeague, Persija mencatatkan 21 tembakan, dengan 10 di antaranya mengarah ke gawang. Sebaliknya, Persita hanya melepaskan delapan tembakan dan lima tepat sasaran. Meski begitu, tim tuan rumah mampu mengamankan tiga gol.

    Persita Menggigit Sejak Awal

    Persita langsung memberikan tekanan pada awal pertandingan. Claudio Lucas Morais Ferreira dos Santos membuka keunggulan pada menit kelima.

    Persija sempat membalas melalui Fabio da Silva Calonego pada menit ke-18. Skor kemudian berubah menjadi 1-1 dan membuat pertandingan semakin terbuka.

    Namun, Persita kembali menunjukkan ketajamannya pada babak kedua. Claudio mencetak gol keduanya pada menit ke-46, sebelum Rayco Rodriguez Medina memperlebar keunggulan menjadi 3-1 pada menit ke-61.

    Persija tidak menyerah begitu saja. Alexander Thomas Jeremejeff memperkecil ketertinggalan melalui tendangan penalti pada menit ke-74, kemudian kembali mencetak gol tiga menit berselang.

    Skor 3-2 membuat Persija kembali memiliki harapan untuk menyelamatkan pertandingan. Akan tetapi, hingga peluit akhir dibunyikan, tidak ada gol tambahan yang mampu mengubah hasil.

    Penguasaan Bola Tak Menjamin Kemenangan

    Salah satu catatan paling mencolok dari pertandingan ini adalah perbedaan penguasaan bola kedua tim. Persija menguasai bola hingga 76 persen, sedangkan Persita hanya 24 persen.

    Persija juga unggul dalam jumlah tembakan, yakni 21 berbanding delapan. Namun, statistik tersebut tidak berbanding lurus dengan hasil akhir.

    Persita justru memperlihatkan bahwa efektivitas penyelesaian akhir dan kemampuan menjaga keunggulan dapat menjadi pembeda dalam pertandingan yang ketat.

    Bagi Persija, kekalahan ini menjadi bahan evaluasi. Menguasai bola lebih lama dan menciptakan lebih banyak peluang belum cukup apabila pertahanan mudah ditembus dan peluang yang didapat tidak menghasilkan gol sesuai kebutuhan.

    Gol Menit Akhir Jadi Penentu

    Drama pertandingan belum berakhir ketika waktu normal mendekati penghujung laga. Aleksa Andrejic mencetak gol untuk Persita pada menit ke-90 lebih, memastikan kemenangan tuan rumah dengan skor 3-2.

    Gol tersebut sekaligus memupus harapan Persija untuk membawa pulang poin dari Serang.

    Kemenangan ini memperlihatkan ketangguhan Persita dalam memanfaatkan momentum. Di sisi lain, Persija harus mengevaluasi bagaimana dominasi permainan yang mereka bangun gagal menghasilkan hasil maksimal.

    Persita pun berhak merayakan kemenangan dalam duel lima gol yang berlangsung sengit hingga menit-menit akhir.

      Ikuti kami di Facebook