
INTRIK.ID, JAKARTA — Nama Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya ikut menjadi perhatian di tengah polemik dugaan penyadapan ilegal yang menyeret sejumlah pejabat tinggi Polri.
Sorotan terhadap Teddy semakin berkembang setelah muncul isu pergantian Sekretaris Kabinet dengan Kapten Dali Darulqutni.
Perhatian publik tidak lepas dari perjalanan karier Teddy yang pernah berada di lingkungan Istana pada dua pemerintahan berbeda.
Sebelum dipercaya Presiden Prabowo Subianto menjadi Sekretaris Kabinet pada Oktober 2024, Teddy pernah menjabat sebagai asisten ajudan Presiden ke-7 RI Joko Widodo pada periode 2014–2019.
Setelah itu, ia bertugas sebagai ajudan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto sejak 2020 hingga 2024.
Dengan demikian, Teddy memiliki pengalaman bekerja di lingkungan dua tokoh yang kini menjadi bagian penting dalam dinamika pemerintahan Indonesia.
Berdasarkan catatan Mabes TNI, Teddy mengawali penugasan di lingkungan Istana sebagai asisten ajudan Jokowi.
Pada 2020, ia kemudian dipercaya mendampingi Prabowo yang saat itu menjabat Menteri Pertahanan.
Selama empat tahun, Teddy menjadi salah satu perwira yang kerap berada di sisi Prabowo dalam berbagai kegiatan kedinasan.
Kedekatan profesional tersebut berlanjut setelah Prabowo memenangkan Pilpres 2024.
Pada 20 Oktober 2024, Prabowo memperkenalkan Teddy sebagai Sekretaris Kabinet dalam pemerintahan Kabinet Merah Putih.
Penunjukan tersebut membuat Teddy beralih dari tugas sebagai ajudan menjadi pejabat yang memiliki tanggung jawab mendukung penyelenggaraan manajemen kabinet.
Di tengah perkembangan kasus penyadapan yang menyeret Listyo Sigit Prabowo, muncul kabar mengenai kemungkinan pergantian posisi Sekretaris Kabinet.
Nama Kapten Dali Darulqutni disebut-sebut sebagai calon pengganti Teddy.
Namun, hingga kini belum ada keputusan resmi Presiden Prabowo mengenai pergantian tersebut.
Karena itu, kabar tersebut masih harus ditempatkan sebagai isu yang belum terkonfirmasi.
Pertanyaan mengenai posisi Teddy semakin berkembang setelah muncul dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo dan sejumlah tokoh penting.
Namun, belum ada keterangan resmi penyidik yang menyebut Teddy terlibat, mengetahui, atau menerima hasil penyadapan tersebut.
Riwayat tugas Teddy sebagai asisten ajudan Jokowi juga tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya hubungan politik atau keterlibatan dalam perkara tersebut.
Yang perlu dijelaskan adalah apakah benar ada perubahan susunan orang-orang di lingkaran Istana dan apa alasan di baliknya.
Pada akhirnya, keputusan mengenai siapa yang menduduki jabatan Sekretaris Kabinet merupakan kewenangan Presiden.
Publik kini menunggu kejelasan mengenai isu pergantian Teddy sekaligus perkembangan penyidikan kasus dugaan penyadapan yang menyeret sejumlah pejabat tinggi Polri.