
“Sehari harus dapat 20 kilogram untuk bisa untung. Tapi gak setiap hari dapat segitu. Kadamg ada juga cuma bisa ganti costnya saja tanpa ada pembagian. Terus disuruh setor lagi 200 ribu. Tapi mau gimana, kami mau makan apa. Kami juga takut dengan aparat,” ungkapnya.
“Mau bekerja atau tidak bekerja intinya 200 ribu perminggu wajib disetorkan untuk amankan lokasi kita, dan alat disini,” lanjutnya.
Fulan berharap, adanya keringan biaya setoran untuk bekerja karena tidak setiap penambang bisa dapat hasil setiap hari.
Sementara itu Kades Guntung tidak mengetahui adanya aktivitas tambang diwilayahnya dan akan mengecek di lokasi.
“Wah bang, gak tau saya ada aktivitas ilegal disana, nanti kami cek bang,” ucapnya singkat saat dikonfirmasi.