
Hasil buruk tersebut dilaporkan memicu kecurigaan di internal sepak bola Laos. Sebelumnya, LFF dikabarkan telah menyampaikan dugaan pengaturan skor kepada aparat pada 7 Agustus 2026. Namun, laporan mengenai pengaduan itu juga belum disertai konfirmasi resmi dari federasi maupun kepolisian setempat.
Jauh sebelum kabar dari Laos mencuat, sepak bola Indonesia juga pernah dihadapkan pada isu pengaturan skor yang dikaitkan dengan final Piala AFF 2010.
Pada 29 Desember 2018, lima mantan pemain Timnas Indonesia, yakni Ponaryo Astaman, Firman Utina, Maman Abdurrahman, Markus Horison, dan Hamka Hamzah, mendatangi Polda Metro Jaya.
Kedatangan mereka bukan dalam status sebagai pemain yang terbukti melakukan pengaturan skor, melainkan untuk memberikan klarifikasi kepada Satgas Antimafia Bola terkait isu yang kembali beredar mengenai final AFF 2010.
Kala itu, Ponaryo yang juga menjabat General Manager Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) menyampaikan bahwa para pemain membantah tudingan pengaturan skor dan menjelaskan informasi yang mereka ketahui kepada Satgas.