
“Tempenya kami buat sendiri. Prosesnya memang cukup panjang, sekitar tiga hari. Kalau cuaca kurang mendukung, proses fermentasi juga bisa lebih lama,” jelas Derry.
Pesanan dalam jumlah besar membuat produksi UMKM ikut bergerak. Bagi Derry, kerja sama dengan PT Timah juga membuka peluang agar produknya dikenal lebih luas, setelah selama ini dipasarkan di Sungailiat, Pangkalpinang, Belinyu hingga Jebus.
“Kami sangat terbantu dengan adanya kerja sama ini. Semoga ke depannya kerja sama yang baik dengan PT Timah bisa terus berjalan dan semakin banyak UMKM yang mendapat kesempatan,” ujarnya.
Selain menyerap produk, PT Timah memberikan ruang promosi secara langsung bagi UMKM. Langkah tersebut membuat pelaku usaha tidak hanya memperoleh pesanan, tetapi juga kesempatan bertemu konsumen dan memperkenalkan produk mereka.
Keterlibatan 18 UMKM dengan total 9.600 paket dalam perayaan HUT ke-50 PT Timah menjadi salah satu bentuk dukungan perusahaan terhadap pelaku usaha lokal, terutama dalam memperluas akses pasar dan menjaga keberlangsungan produksi.(*)