
“Kami sudah berusaha mencari bantuan ke berbagai tempat. Alhamdulillah hari ini kami mendapatkan bantuan dari PT Timah. Kami sangat bersyukur karena bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami,” katanya.
Kondisi ekonomi keluarga yang terbatas membuat Hellis dan suaminya sempat berdiskusi agar putrinya menghentikan kuliah. Keputusan itu terasa berat karena mereka melihat perubahan sikap sang anak yang memilih diam dan lebih sering mengurung diri.
“Kami sempat berdiskusi untuk menghentikan kuliah anak kami karena sudah tidak sanggup membiayainya. Tapi ketika ingin membicarakan hal itu, anak kami hanya diam dan lebih banyak mengurung diri. Kami khawatir kondisi psikologisnya akan terganggu,” ungkapnya.
Kini, bantuan dari PT Timah menjadi harapan baru agar Gladis dapat menyelesaikan pendidikan hingga lulus.
“Alhamdulillah, bantuan dari PT Timah ini sangat membantu kami. Kami berharap ini menjadi jalan agar anak kami bisa menyelesaikan kuliahnya dan memiliki masa depan yang lebih baik,” ujarnya.