
Perakitan ponton tersebut ternyata di daerah dusun Melingai Desa Beriket dekat sekitaran kebun sawit yang dimana, perakitan itu sengaja dilakukan secara sembunyi agar masyarakat tidak tau.
“Jadi empat orang yang kami amankan yang terlibat langsung mengatakan hanya disuruh saja. Mereka cuma pekerja saja jadi sudah kami sidang secara damai dan sudah kami pulangkan dan semoga tidak terjadi lagi, ” jelasnya.
Gani mengungkapkan, jika ada beberapa nama yang sudah membekingi termasuk dugaan ada mitra PT. Timah juga yang ikut ambil andil. Namun dirinya masih menunggu konfirmasi dari Camat Lubuk Besar untuk mengklarifikasi secara langsung ke PT. Timah.