
“Salah satu faktor lemahnya semangat generasi kita mempelajari Al Quran adalah penggunaan teknologi gadget yang berlebihan dan nyaris tidak terkontrol hingga merubah pola hidup anak-anak, bahkan orang tua sendiri. Untuk itu, saya meminta para orang tua bisa mengawasi dan membimbing anak-anak dengan intens berikan pembelajaran agama,” ucapnya.
Guna mewujudkan agar anak-anak dapat pembelajaran dan pemahaman tentang agama, Kota Pangkalpinang telah memiliki Taman Pendidikan Al Ouran (TPA) sebanyak 153 lembaga, dan Madrasah Diniyyah (MADIN) di bawah naungan Kementerian Agama sebanyak 48 lembaga. Bahkan, bagi yang sudah berusia lanjut ada Majlis Taklim lansia yang bina olah para muaddib.
“Saat ini di Kota Pangkalpinang, tidak ada alasan lagi kesulitan mencari tempat untuk belajar mengaji Al Quran, tinggal, tergantung sejauh mana keinginan dan semangat untuk belajar Al Quran. Oleh karena itu, ayoo ajak anak-anak belajar Al-Quran sedini mungkin,” terangnya.
Molen mengungkapkan, Pemerintah Kota Pangkalpinang senantiasa turut aktif memberikan dukungan segala aktifitas positif dalam rangka mendukung kegiatan pengentasan buta huruf Al Quran di Kota Pangkalpinang, di antaranya melalui pemberian insentif pada para pengajar Al Quran. Hal ini bertujuan agar para pengajar dapat lebih bersemangat
“Saya berharap melalui Musabagoh Tilawatil Qu’ran dan Hadis Kota Pangkalpinang tahun 2022 ini, muncul semangat baru untuk warga muslim Kota Pangkalpinang agar lebih mencintai dan mengamalkan Al Quran,”ucapnya.