
Dirinya menerangkan, tepat di depan tempat doa bersama ini akan dibangun Masjid Agung Kubah Timah yang akan bersebelahan dengan gereja, tak jauh dari pusat kota juga terdapat Kelenteng yang berada di Simpang Semabung.
“Ini akan menjadi ikon keberagaman umat beragama kita. Untuk itu mari tunjukkan kepada di Indonesia bahkan dunia bahwa Bangka Belitung ini adalah daerah dengan penuh kebersamaan, kenyamanan, saling menghormati, dan saling menghargai,” sebut Molen.
Tak lupa ia mengajak untuk rapatkan barisan, menjaga dari sesuatu yang memecah belah dengan cara menggunakan konflik SARA di Kota Beribu Senyuman ini.