
Oleh karena itu, langkah strategi yang akan ditempuh oleh Pemerintah Kota Pangkalpinang dalam rangka meningkatkan investasi di bidang pariwisata yang terdampak selama pandemi Covid-19 yaitu menyusun profil investasi pariwisata kota sesuai dengan potensi sejarah pertambangan timah dan nilai Budaya Melayu.
Selanjutnya merumuskan dan menetapkan regulasi investasi pariwisata yang berpihak pada masyarakat, berwawasan lingkungan, serta sesuai dengan aturan dan nilai Budaya Melayu, serta melaksanakan promosi investasi pariwisata kota melalui forum komunikasi bisnis regular dengan investor dalam dan luar negeri, bersama dengan sektor pertambangan, perdagangan, perikanan, dan industri lainnya.
“Saling berkolaborasi serta kompak dalam mendukung pengembangan kepariwisataan, sehingga menimbulkan multiplier effect yang luas bagi masyarakat pada umumnya dan para pelaku pariwisata khususnya,” pungkas wali kota yang mengawali karier sebagai pegawai negeri tersebut.(*/red)