
Pengukuhan ini dilaksanakan bersamaan dengan pembinaan Tim Pendamping keluarga (TPK). Molen mengatakan kegiatan ini dilakukan sebagai upaya menurunkan stunting di Kota Pangkalpinang. Meskipun angka prevelensi stunting di Pangkalpinang terendah se-Bangka Belitung yakni 12,9 persen, namun belum boleh berpuas hati. Menurut dia masih ada target menuju 10 persen angka prevelensinya untuk tahun 2023 ini.
“Ini merupakan persiapan kita menuju Indonesia emas 2045. Jadi kita harus menyiapkan SDM yang berkualitas mulai dari sekarang, stunting harus dihabiskan,” kata Molen.