
Wali Kota yang pernah menjabat Pj. Bupati Ogan Komering Ulu tersebut berpesan kepada seluruh peserta yudisium agar sedapat mungkin menghindari konflik, terutama konflik yang mengandung unsur suku, agama, rasa dan antargolongan (SARA). Jika terjadi maka akan sulit tercipta rasa aman dan investasi yang telah membangun Pangkalpinang senilai Rp 2 triliun dengan 2000 pekerja yang terserap akan menjadi sia-sia.
“Jangan sampai kita terpecah belah, apalagi menciptakan konflik. Budaya Melayu bersatu padu. Hati-hati,” pesannya.(*/red)