Mirwan Suwarso, Orang Indonesia di Balik Kebangkitan Como 1907 hingga Menggebrak Eropa

    Caption: Mirwan Suwarao.

    INTRIK.ID — Tak banyak orang Indonesia yang memiliki peran penting dalam pengelolaan klub sepak bola Italia. Mirwan Suwarso menjadi salah satu nama yang menarik perhatian setelah dipercaya memimpin Como 1907, klub yang kini menjelma menjadi kekuatan baru di sepak bola Eropa.

    Namun, perjalanan Mirwan menuju posisi tersebut tidak dimulai dari lapangan hijau. Kariernya justru dibangun melalui dunia periklanan, produksi film, televisi, dan media olahraga.

    Pengalaman lintas industri itulah yang menjadi bagian dari perjalanan Mirwan dalam mengembangkan Como, klub yang berada di bawah kepemilikan SENT Entertainment, kelompok usaha yang terkait dengan keluarga Hartono dari Indonesia.

    Nama Como semakin mencuri perhatian setelah mengalahkan Manchester United dengan skor 4-1 pada 21 Oktober 2026 di ajang Liga Champions. Hasil tersebut menempatkan klub yang dahulu berjuang di kasta bawah sepak bola Italia itu dalam sorotan internasional.

    Di balik perkembangan tersebut, Mirwan menjalankan peran penting dalam mengarahkan strategi organisasi dan bisnis klub.

    Dari Periklanan, Film, hingga Televisi

    Sebelum dikenal sebagai Presiden Como 1907, Mirwan lebih dahulu meniti karier di industri kreatif dan media.

    Ia pernah bekerja sebagai Account Director di Saatchi & Saatchi Advertising pada 2001–2003. Kariernya kemudian berkembang ke industri perfilman melalui Destiny Films, tempat ia menjabat sebagai direktur pada periode 2007–2012.

    Mirwan juga terlibat dalam pengembangan media olahraga. Ia pernah menjabat sebagai Business Development Director Super Soccer TV dan Head of Creative di MSP Entertainment.

    Pengalamannya berlanjut ketika ia memimpin Mola, platform media dan layanan streaming yang menayangkan berbagai konten hiburan serta olahraga.

    Rangkaian pengalaman itu mempertemukan sejumlah bidang yang kemudian menjadi relevan dalam pengelolaan Como: pemasaran, produksi konten, pengembangan merek, dan bisnis olahraga.

    Bagi Mirwan, sepak bola pada akhirnya bukan hanya persoalan pemain, pelatih, dan hasil pertandingan. Klub juga perlu membangun identitas, menjangkau penggemar, serta menciptakan sumber pendapatan yang memungkinkan organisasi berkembang dalam jangka panjang.

    Awalnya Bukan untuk Menjadi Raksasa Sepak Bola

    Como 1907 diakuisisi oleh kelompok usaha keluarga Hartono melalui SENT Entertainment pada 2019. Saat itu, klub tersebut masih berkompetisi di Serie D, kasta keempat sepak bola Italia, setelah mengalami persoalan finansial.

    Keterlibatan Mirwan dalam proyek Como berawal dari hubungan antara sepak bola, media, dan pengembangan konten.

    Dalam wawancara dengan The Observer yang dikutip VnExpress pada Oktober 2026, Mirwan mengungkapkan bahwa gagasan awal pembelian klub berkaitan dengan kebutuhan sebuah stasiun televisi.

    Rencananya, Como dapat menjadi bagian dari pengembangan konten sepak bola, termasuk konsep yang terhubung dengan pengalaman pemain muda Indonesia di Eropa seperti program Garuda Select.

    Namun, rencana awal itu berkembang seiring munculnya tantangan bisnis dan keterbatasan dalam mendaftarkan pemain non-Uni Eropa. Pengelola kemudian harus memikirkan model pengembangan klub yang lebih luas dan berkelanjutan.

    Perubahan arah tersebut menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan Como. Klub tidak lagi dipandang sebatas sarana produksi konten, tetapi sebagai organisasi sepak bola sekaligus bisnis yang perlu dikembangkan secara profesional.

    Dipercaya Mengelola Proyek Besar Keluarga Hartono

    Perlu dibedakan antara kepemilikan dan pengelolaan klub. Como berada di bawah SENT Entertainment, yang terkait dengan investasi keluarga Hartono melalui Grup Djarum. Sementara itu, Mirwan merupakan eksekutif yang memimpin klub dan mengembangkan strategi bisnisnya.

    Kepercayaan tersebut menempatkan Mirwan di posisi penting dalam proyek yang membutuhkan investasi, perencanaan jangka panjang, dan pengambilan keputusan lintas bidang.

    Como bukan hanya dituntut meningkatkan kualitas skuad, tetapi juga membangun infrastruktur, memperkuat akademi, mengembangkan hubungan komersial, serta meningkatkan daya tarik klub di pasar internasional.

    Model pengembangan yang dijalankan turut memanfaatkan karakteristik kawasan Danau Como, destinasi wisata terkenal di Italia. Sepak bola dipadukan dengan pengalaman wisata, layanan hospitality, fesyen, dan produk komersial.

    Dengan pendekatan tersebut, klub berupaya memperluas sumber pendapatan yang tidak hanya bergantung pada pertandingan dan aktivitas transfer pemain.

    Dari Serie D Menembus Panggung Eropa

    Perubahan Como berlangsung secara bertahap. Klub tersebut menjuarai Serie D pada musim 2018/2019, kemudian promosi dari Serie C pada musim 2020/2021. Pada musim 2023/2024, Como finis di posisi kedua Serie B dan memastikan tiket kembali ke Serie A setelah penantian panjang.

    Perjalanan itu menunjukkan bahwa kebangkitan klub bukan hasil satu keputusan semata. Pengembangan skuad, pembenahan organisasi, dukungan finansial pemilik, dan perencanaan jangka panjang menjadi bagian dari prosesnya.

    Como kemudian melanjutkan perkembangannya hingga tampil di kompetisi Eropa. Kemenangan 4-1 atas Manchester United pada Oktober 2026 menjadi salah satu momen yang mengangkat nama klub ke panggung internasional.

    Meski demikian, keberhasilan di lapangan tidak otomatis menjamin keberlanjutan finansial. Tantangan berikutnya adalah menjaga keseimbangan antara investasi pemain, pertumbuhan pendapatan, pengembangan fasilitas, dan kebutuhan untuk membangun bisnis yang semakin mandiri.

    Membawa Pengalaman Indonesia ke Sepak Bola Italia

    Perjalanan Mirwan menjadi contoh perpindahan karier lintas industri. Ia tidak membangun reputasinya sebagai mantan pemain profesional atau pelatih, melainkan melalui pengalaman dalam periklanan, hiburan, televisi, dan pengembangan bisnis.

    Pengalaman tersebut memberinya perspektif berbeda dalam mengelola klub. Sepak bola tetap menjadi pusat kegiatan Como, tetapi pengembangan merek, pengalaman penggemar, dan sumber pendapatan komersial juga menjadi bagian dari strategi organisasi.

    Bagi Indonesia, kiprah Mirwan menarik karena memperlihatkan keterlibatan tenaga profesional Indonesia dalam pengelolaan klub di salah satu liga sepak bola terkemuka dunia.

    Namun, keberhasilan proyek Como tidak dapat dilekatkan kepada satu orang saja. Dukungan pemilik, kerja manajemen, keputusan tim olahraga, kontribusi pelatih dan pemain, serta dukungan masyarakat setempat turut menentukan arah klub.

    Pada akhirnya, perjalanan Mirwan Suwarso bukan sekadar kisah orang Indonesia yang bekerja di sepak bola Italia. Ini juga merupakan cerita tentang bagaimana pengalaman di dunia media dan hiburan diterapkan untuk membangun klub sepak bola modern.

    Dari proyek yang awalnya berkaitan dengan televisi hingga Como tampil di panggung Eropa, Mirwan kini menghadapi tantangan yang lebih besar: memastikan kebangkitan klub tidak berhenti sebagai cerita sensasional, tetapi berkembang menjadi keberhasilan olahraga dan bisnis yang berkelanjutan.

      Ikuti kami di Facebook