
Bagi Mirwan, sepak bola pada akhirnya bukan hanya persoalan pemain, pelatih, dan hasil pertandingan. Klub juga perlu membangun identitas, menjangkau penggemar, serta menciptakan sumber pendapatan yang memungkinkan organisasi berkembang dalam jangka panjang.
Como 1907 diakuisisi oleh kelompok usaha keluarga Hartono melalui SENT Entertainment pada 2019. Saat itu, klub tersebut masih berkompetisi di Serie D, kasta keempat sepak bola Italia, setelah mengalami persoalan finansial.
Keterlibatan Mirwan dalam proyek Como berawal dari hubungan antara sepak bola, media, dan pengembangan konten.
Dalam wawancara dengan The Observer yang dikutip VnExpress pada Oktober 2026, Mirwan mengungkapkan bahwa gagasan awal pembelian klub berkaitan dengan kebutuhan sebuah stasiun televisi.
Rencananya, Como dapat menjadi bagian dari pengembangan konten sepak bola, termasuk konsep yang terhubung dengan pengalaman pemain muda Indonesia di Eropa seperti program Garuda Select.
Namun, rencana awal itu berkembang seiring munculnya tantangan bisnis dan keterbatasan dalam mendaftarkan pemain non-Uni Eropa. Pengelola kemudian harus memikirkan model pengembangan klub yang lebih luas dan berkelanjutan.
Perubahan arah tersebut menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan Como. Klub tidak lagi dipandang sebatas sarana produksi konten, tetapi sebagai organisasi sepak bola sekaligus bisnis yang perlu dikembangkan secara profesional.
Perlu dibedakan antara kepemilikan dan pengelolaan klub. Como berada di bawah SENT Entertainment, yang terkait dengan investasi keluarga Hartono melalui Grup Djarum. Sementara itu, Mirwan merupakan eksekutif yang memimpin klub dan mengembangkan strategi bisnisnya.
Kepercayaan tersebut menempatkan Mirwan di posisi penting dalam proyek yang membutuhkan investasi, perencanaan jangka panjang, dan pengambilan keputusan lintas bidang.
Como bukan hanya dituntut meningkatkan kualitas skuad, tetapi juga membangun infrastruktur, memperkuat akademi, mengembangkan hubungan komersial, serta meningkatkan daya tarik klub di pasar internasional.
Model pengembangan yang dijalankan turut memanfaatkan karakteristik kawasan Danau Como, destinasi wisata terkenal di Italia. Sepak bola dipadukan dengan pengalaman wisata, layanan hospitality, fesyen, dan produk komersial.