Scroll untuk baca artikel
Bangka Tengah

Minta Dukungan Bupati, Masyarakat Desa Batu Beriga Audiensi ke Rumah Dinas Algafry

365
×

Minta Dukungan Bupati, Masyarakat Desa Batu Beriga Audiensi ke Rumah Dinas Algafry

Sebarkan artikel ini
IMG 20231129 WA0014

INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Masyarakat Desa Batu Beriga melakukan audinesi dengan Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman di rumah dinasnya, Rabu (29/11/2023).

Audiensi tersebut untuk meminta dukungan untuk menolak rencana pembangunan Ponton Isap Produk (PIP) PT Timah karena Izin Pemanfaatan Ruang Laut dan Izin Usaha Penambangan (IUP) sudah ada.

Jorgi, juru bicara masyarakat Desa Batu Beriga menegaskan, jika masyarakat akan selalu menolak adanya PIP di Desa Batu Beriga demi keberlangsungan hidup masyarakat. Bahkan, ia meminta bupati juga bersama masyarakat untuk menolak.

“Kami audiensi ingin meminta dukungan penuh secara moril dan juga penolakan langsung oleh Bupati Bangka Tengah karena kami sudah mengadu ke semua pihak untuk dukungan ini,” ucapnya kepada intrik.id.

Jorgi mengatakan, aksi penolakan sudah terjadi sejak 2006 dimana masyarakat sudah mengusir dan menolak PT Timah untuk menambang di Desa Beriga dengan tegas.

“2013 kembali lagi kami tolak, 2019 mau masuk lagi kami tolak lagi dan ini 2023 malah kembali mau masuk nambang lagi dan kamipun konsisten tetap menolak PT Timah dengan tegas. Bahkan kami sudah didukung oleh dewan dan LSM. Kami juga sudah siap beradu data dengan pihak PT Timah,” tegas Jorgi.

Ia menyebutkan, masyarakat menuntut untuk IUP PT Timah di cabut, merubah zona tambang jadi zona non tambang sehingga membuat kawasan laut Beriga zero mining dan menetapkan kawasan laut Beriga sebagai laut adat yang seharusnya.

“Kami sudah ke kementerian, ke dewan, ke pemerintah. Lalu kami harus mengadu kemana lagi. BUMN mungkin punya negara, lantas apakah kami ini bukan milik negara. Padahal kami loh yang punya negara bukan perusahaan,” ujarnya.

Jorgi juga menyebutkan, masyarakat siap menjaga kondusifitas dalam hal ini dan tak akan melakukan tindakan anarkis apapun namun akan menolak dengan cara yang elegan dan bermartabat sesuai undang-undang yang berlaku.

“Kami siap adu data, kami siap adu argumen dan kami siap untuk terus menolak PT Timah menambang di Laut Beriga kami tercinta, ” tutupnya.

Ditempat lain, Pahlevi menjelaskan pihak kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan agar PT Timah tidak melakukan aktivitas apapun sampai investigasi secara mendalam selesai. Pernyataan tersebut diterima Pahlevi saat ikut mendampingi masyarakat ke kementerian ESDM untuk melaporkan kisruh yang ada.

“Intinya ESDM akan investigasi dulu dan kami semua setuju termasuk PT Timah untuk tidak ada aktivitas apapun sampai investigasi selesai,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman mengatakan, dirinya memang sudah menerima aspirasi masyarakat Desa Batu Beriga tentang PT Timah dan sudah berbicara dengan mereka.

“Saya ini 2019 sudah pernah menolak adanya tambang di Beriga waktu itu pas penyusunan RZWP3K waktu menjabat dewan provinsi. Kami juga sudah bersurat untuk revisi IUP PT Timah di Beriga, ” ucapnya singkat.