Marukawa jadi WNI, Peluang ke Timnas Berapa Persen?

    Caption: Taisei Marukawa.

    INTRIK.ID — Nama Taisei Marukawa kembali menjadi perbincangan setelah pemain asal Jepang itu mengungkapkan keinginannya membela Timnas Indonesia. Namun, di balik peluang naturalisasi tersebut, ada satu pertanyaan yang menarik: seberapa besar kesempatan winger Dewa United itu mendapatkan panggilan dari pelatih John Herdman?

    Jika dilihat dari pengalaman, posisi bermain, dan kontribusinya di Liga Indonesia, Marukawa memiliki sejumlah modal. Akan tetapi, performanya dalam beberapa musim terakhir menunjukkan tren yang perlu menjadi perhatian.

    Kecepatan dan Kreativitas Jadi Modal

    Marukawa dikenal sebagai pemain sayap yang mampu menusuk dari sisi lapangan, mencari ruang di pertahanan lawan, serta menciptakan peluang melalui kombinasi dribel dan umpan akhir.

    Pemain kelahiran Hiroshima, Jepang, 30 Januari 1997 itu memiliki posisi utama sebagai sayap kiri. Ia juga dapat dimainkan di sayap kanan maupun gelandang serang. Fleksibilitas ini bisa menjadi nilai tambah apabila tim pelatih membutuhkan pemain yang mampu mengisi beberapa peran di lini depan. <Cite refs={[“turn454540search5″,”turn454540search6”]}/>

    Keunggulan Marukawa terlihat ketika pertama kali berkarier di Indonesia bersama Persebaya Surabaya. Pada Liga 1 2021/2022, ia mencatatkan 17 gol dan 10 assist dari 32 penampilan.

    Catatan tersebut menunjukkan bahwa Marukawa pernah menjadi salah satu pemain asing yang produktif di kompetisi domestik. Ia bukan hanya mengandalkan kemampuan individu, tetapi juga mampu memberikan kontribusi langsung terhadap gol tim.

    Statistik Menurun, Ini yang Harus Diperbaiki

    Perjalanan Marukawa setelah meninggalkan Persebaya memperlihatkan perubahan dalam produktivitasnya.

    Bersama PSIS Semarang, ia membukukan tujuh gol dan tujuh assist pada musim 2022/2023. Semusim berikutnya, ia mencatatkan empat gol dan 11 assist.

    Ketika memperkuat Dewa United, kontribusi golnya kembali berubah. Pada musim 2024/2025, ia mengoleksi empat gol dan delapan assist. Sementara pada 2025/2026, catatannya menjadi tiga gol dan empat assist dari 28 penampilan di liga. <Cite refs={[“turn454540search1″,”turn454540search3”]}/>

    Memasuki musim 2026/2027, laporan statistik pada awal Oktober menyebut Marukawa telah mencetak satu gol dan empat assist dalam empat pertandingan. Angka tersebut menjadi sinyal positif, meski sampel pertandingan masih terlalu kecil untuk menyimpulkan bahwa ia telah kembali ke performa terbaiknya. <Cite refs={[“turn454540search1”]}/>

    Bagi pemain yang ingin menembus tim nasional, statistik bukan satu-satunya ukuran. Kemampuan mengambil keputusan, kontribusi saat kehilangan bola, disiplin bertahan, serta kecocokan dengan taktik pelatih juga menjadi pertimbangan.

    Jika Herdman membutuhkan winger yang bisa membuka pertahanan lawan melalui dribel dan kreativitas, Marukawa berpotensi masuk dalam pembahasan. Namun, apabila persaingan menuntut intensitas tinggi selama 90 menit dan kontribusi bertahan yang konsisten, ia tetap harus membuktikan kemampuannya.

    Naturalisasi Belum Otomatis Membuka Pintu Timnas

    Pada 7 Oktober 2026, Marukawa dilaporkan telah menyerahkan dokumen untuk proses naturalisasi dan sedang menunggu persetujuan lanjutan.

    Ia juga menyampaikan keinginannya memperkuat Timnas Indonesia jika proses tersebut selesai. Meski sudah berkarier selama lima tahun di Indonesia, status Warga Negara Indonesia (WNI) dan kelayakan membela tim nasional tetap merupakan dua persoalan yang harus dipastikan secara terpisah.

    Pemain yang memperoleh kewarganegaraan baru harus memenuhi ketentuan kelayakan FIFA yang berlaku, termasuk persyaratan terkait masa tinggal apabila menggunakan jalur tersebut. Karena itu, selesainya naturalisasi tidak boleh langsung dianggap sebagai jaminan bahwa seorang pemain dapat tampil untuk tim nasional. <Cite refs={[“turn454540search0″,”turn454540search2”]}/>

    Berapa Persen Peluang Marukawa Dipanggil?

    Jika harus membuat estimasi berdasarkan informasi yang tersedia, peluang Marukawa mendapat panggilan Timnas Indonesia dapat ditempatkan di kisaran 25–35 persen, dengan asumsi proses kewarganegaraan dan kelayakan FIFA-nya dapat diselesaikan.

    Angka ini merupakan perkiraan editorial, bukan hasil model statistik, prediksi resmi PSSI, ataupun informasi dari John Herdman.

    Ada tiga faktor yang mendasari estimasi tersebut.

    Pertama, Marukawa memiliki pengalaman bermain di Indonesia dan memahami karakter kompetisi domestik. Adaptasi terhadap lingkungan sepak bola Indonesia bukan lagi persoalan besar baginya.

    Kedua, kemampuan bermain di beberapa posisi menyerang dapat memberikan pilihan tambahan bagi pelatih. Ia bisa menjadi alternatif ketika tim membutuhkan kreativitas dari sektor sayap.

    Ketiga, persaingan di lini serang Timnas Indonesia cukup ketat. Marukawa harus bersaing dengan pemain yang telah lebih dahulu menjadi bagian dari skuad nasional, termasuk mereka yang memiliki pengalaman di kompetisi luar negeri.

    Faktor usia juga perlu diperhitungkan secara proporsional. Pada usia 29 tahun, Marukawa masih berpeluang memberikan kontribusi, tetapi keputusan pemanggilan tetap akan bergantung pada performa aktual, kondisi fisik, dan kebutuhan taktik tim.

    Bukan Sekadar Bisa Dinaturalisasi

    Pada akhirnya, peluang Marukawa memperkuat Timnas Indonesia tidak cukup dinilai dari keinginannya menjadi WNI atau reputasinya ketika berseragam Persebaya.

    Ia perlu menunjukkan bahwa kualitasnya masih relevan untuk kebutuhan tim nasional. Produktivitas, konsistensi, dan kemampuannya menghadapi lawan dengan level permainan lebih tinggi akan menjadi ukuran penting.

    Jika proses naturalisasi berjalan lancar dan performanya terus meningkat, Marukawa bisa menjadi opsi yang patut dipertimbangkan. Namun, untuk saat ini, peluang tersebut masih berupa kemungkinan, bukan kepastian.

    Keputusan akhirnya berada di tangan pelatih dan otoritas sepak bola terkait. Bagi Marukawa, pekerjaan terpenting adalah menjaga performa di level klub sambil menunggu kepastian mengenai status kewarganegaraan dan kelayakannya.

      Ikuti kami di Facebook