
“Kami dari pihak perusahaan sampaikan duka cita mendalam, teruntuk keluarga korban. Kejadian yang tak terduga ini bisa menjadi pelajaran buat kita, agar lebih berhati-hati saat bekerja. Apalagi ponton-ponton selam ini kerap beroperasi di dekat KIP, hal ini seringkali kami khawatirkan akan terjadi hal seperti ini,” ungkap Budi.
Masih kata Budi, saat kejadian kondisi laut sedang tidak bersahabat, sehingga KIP melakukan manuver.
“Saat kejadian korban bersama pekerja ponton selam lainnya sangat dekat dengan lambung kapal. arus laut pada waktu itu kencang, membuat kapal melakukan manuver agar menjauh dari ponton korban, hingga terjadi peristiwa tidak diinginkan,” jelasnya.