
“Ini memang bagaimana kita membangun sebuah peradaban tanpa membedakan siapa dia. Ini pesan yang luar biasa, hanya manusia-manusia besar yang memiliki pandangan untuk bangsanya seperti ini. Saya salut dengan masyarakat Pangkalpinang dibawah kepemimpinan Wali Kota Molen, ini bukan hanya untuk Indonesia, tapi mata dunia akan melihat ini,” ujarnya.
Ditempat yang sama, Wali Kota Pangkalpinang Molen menyampaikan bahwa peletakan batu pertama merupakan bukti nyata warga Pangkalpinang sangat merindukan kehadiran Masjid Agung yang memiliki kubah timah. Gagasan tersebut adalah hasil diskusi bersama alim ulama hingga tokoh-tokoh lintas agama lainnya.
“Ini berawal dari di Pangkalpinang belum ada Masjid Agung, yang namanya kabupaten atau kota tentu harus memiliki Masjid Agung. Posisinya ditengah kota, tepat disamping Gereja, diarah sana juga ada Klenteng, memberi pesan kerukunan ummat beragama di Kota Pangkalpinang,” kata Molen.
Dengan hadirnya Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia, tambah Molen, semakin memberi semangat untuk mendirikan Masjid Agung tersebut. Ia tak menyangka, peletakan batu pertama dilakukan oleh Moeldoko sebagai salah satu tokoh nasional.
“Dengan marwah masjid tadi, saya punya keyakinan, kita pasti bisa. Kedatangan pak Moeldoko menjadi semangat kami, hati pak Moeldoko selembut salju, siapa sangka beliau datang kesini mendapat amanah dari kita meletakkan batu pertama. Kami pengen punya legacy, ini akan menjadi kenang-kenangan kita didunia dan akhirat,” sebutnya.