
“Korban awalnya berangkat sekitar jam 8 pagi menggunakan kapal bersama rekan-rekannya. Kemudian jam 12.30 saat bekerja korban terjatuh dari ponton rajuk yang ditarik kapal timah,” ungkap Kepala Kantor SAR Pangkalpinang, I Made Okta Astawa yang didapat dari kepala Desa Permis.
Bahkan rekan korban juga sudah melakukan pencarian menggunakan kapal dan ponton namun tidak berhasil.