
“Kami bisa melihat secara langsung bagaimana kondisi konsumsi masyarakat di Turky daerah dingin yang sangat cocok membutuhkan lada sebagai bahan bumbu masak. Demikian juga di Iran, bagaimana teknologi pertanian seperti pupuk, technology pembiakaan hewan dan pengairan yang sangat maju,”kata Redy, Jumat (10/12/2021).
Pertemuan kerja sama di Turki, Pemuda Tani lakukan MoU, dengan pihak asosiasi pertanian Turki untuk ekspor 30 ton kopi Indonesia per bulan.
“Sementara produk seperti lada, briket, beras organik, teh kelor ke depan akan ditindaklanjuti oleh team Pemuda Tani HKTI untuk dilakukan ekspor ke Turki,”ungkap Redy.