Kuliah Gladis Nyaris Terhenti, Fasilitas PAUD Juga Bermasalah

    INTRIK.ID, BABEL — Keterbatasan ekonomi masih menjadi tantangan bagi sebagian keluarga untuk memastikan anak-anak mereka mendapat pendidikan yang layak. Di Bangka Selatan, seorang ibu sempat khawatir putrinya harus berhenti kuliah karena kesulitan biaya. Sementara itu, sebuah PAUD di Bangka Tengah menghadapi persoalan fasilitas bermain yang rusak dan tidak aman digunakan.

    Kondisi tersebut menggambarkan bahwa dukungan pendidikan tidak cukup hanya membuka akses sekolah. Kemampuan keluarga membiayai pendidikan dan ketersediaan fasilitas belajar yang layak juga menjadi faktor penting.

    PT Timah (Persero) Tbk menyatakan terus menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) untuk mendukung pendidikan di wilayah operasionalnya, mulai dari beasiswa, pembinaan siswa, peningkatan kapasitas guru, hingga bantuan sarana dan prasarana sekolah.

    Salah satu penerima manfaatnya adalah Gladis, mahasiswa semester V Program Studi Psikologi Islam di IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung. Ibunya, Hellis, mengaku sempat mempertimbangkan menghentikan kuliah putrinya setelah kerabat yang selama ini membantu biaya pendidikan meninggal dunia.

    Suami Hellis bekerja serabutan sebagai pendulang timah. Kondisi penghasilan keluarga membuat biaya kuliah menjadi beban yang sulit dipastikan pemenuhannya.

    “Kami sempat berpikir untuk menghentikan kuliah anak karena tidak sanggup membiayai. Alhamdulillah, bantuan dari PT Timah sangat berarti bagi kami. Kami berharap anak kami bisa menyelesaikan kuliahnya dan memiliki masa depan yang lebih baik,” ungkap Hellis.

    Dukungan pendidikan juga menyasar anak usia dini. TK/Pos PAUD Nusa Indah di Desa Cambai Selatan, Kabupaten Bangka Tengah, menerima bantuan sarana bermain berupa perosotan dan ayunan setelah fasilitas sebelumnya rusak dan dinilai tidak aman digunakan.

    Kepala TK/PAUD Nusa Indah, Ciciyanti, mengatakan lembaga pendidikan tersebut melayani 68 anak, terdiri atas 50 siswa TK dan 18 anak PAUD. Menurutnya, fasilitas bermain yang aman dibutuhkan untuk menunjang perkembangan motorik anak sekaligus menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.

    “Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih kepada PT Timah. Kami memang sangat membutuhkan permainan outdoor seperti perosotan dan ayunan, karena yang lama sudah rusak dan tidak aman digunakan,” ujarnya.

    Di luar bantuan bagi mahasiswa dan PAUD, PT Timah menjalankan program Pemali Boarding School yang telah hadir sejak 2000. Program tersebut memberikan beasiswa dan pembinaan kepada pelajar berprestasi dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi, termasuk pendampingan akademik, pembentukan karakter, kedisiplinan, dan kemandirian.

    Perusahaan juga mendukung peningkatan kapasitas guru melalui program Gernas Tastaka dan literasi guru di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung serta Kepulauan Riau. Dukungan fasilitas dan pembangunan infrastruktur pendidikan turut menjadi bagian dari program yang menyasar berbagai jenjang, mulai dari pendidikan anak usia dini hingga perguruan tinggi, termasuk sekolah keagamaan.

    Berbagai program tersebut membuka peluang bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan dan membantu sekolah memenuhi kebutuhan pembelajaran. Namun, keberlanjutan dukungan serta pemerataan akses terhadap fasilitas yang layak tetap menjadi hal penting agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat di wilayah lingkar tambang. (*)

    Sumber: PT Timah Tbk

      Ikuti kami di Facebook