Scroll untuk baca artikel
BangkaPeristiwa

Konsolidasi Jelang Muscab HNSI Bangka, Pendangkalan Muara Air Kantung Persoalan Serius

459
×

Konsolidasi Jelang Muscab HNSI Bangka, Pendangkalan Muara Air Kantung Persoalan Serius

Sebarkan artikel ini
IMG 20240514 WA0010
Caption : Rapat konsolidasi jelang Muscab DPC HNSI Bangka besama lintas organisasi, tokoh masyarakat, tokoh pemuda

BANGKA. SUNGAILIAT. INTRIK.ID – Jelang Musyawarah Cabang ( Muscab ) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia ( HNSI ) Kabupaten Bangka dalam waktu dekat nampaknya bakal hangat. Dukungan dari berbagai lintas organisasi, tokoh masyarakat, Kepala lingkungan, pengusaha ikan, tokoh pemuda agar terlaksananya muscab tersebut bermunculan.

Berbagai persoalan menyangkut kepentingan nelayan seperti, pendangkalan alur muara Air Kantung dan persoalan lainya menjadi bahan konsolidasi sejumlah LSM, OKP, tokoh pemuda pesisir, tokoh masyarakat jelang muscab DPC HNSI Bangka.

Munculnya persoalan kepentingan nelayan tersebut disampaikan sejumlah perwakilan LSM, OKP, tokoh pemuda pesisir, pengusaha ikan, Kepala lingkungan dalam agenda Penguatan dan Silaturahim Ormas dah LSM Penggiat nelayan dan pesisir Kabupaten Bangka, Senin 13 Mei 2024 bertempat di ENJOY COFFE Sungailiat.

Sebagai inisiator pertemuan Muhammad Ali mengatakan bermula adanya rencana muscab DPC HNSI Bangka dalam waktu dekat dimedia , dirinya sepontan menggelar kegiatan dimaksud.

“Diluar dugaan saya silaturahim ini berjalan baik dan apik dengan penuh hikmah. Ide dasar silaturahim ini semata-mata bermuatan reuni perjuangan. Dua puluh tahun silam adik-adik ini tumbuh kembangkan gerakan sosial. Melihat wajah mereka terpampang kembali bersama dalam agenda muscab HNSI kabupaten bangka di media, spontanitas nurani saya tergerak untuk sekedar silaturahim, rasa harupun mewarnai silaturahim ini,” kata M. Ali.

Berharap DPC HNSI Bangka menyuarakan kepentingan nelayan, Kepala Lingkungan nelayan 2 sungailiat Sarifuddin menyampaikan histori perjalanan HNSI Bangka dengan berbagai dinamika dan menutupnya dengan nasehat agar HNSI Bangka dimasa datang diperhitungkan bukan dihitung.

Konsolidasi masih berlanjut Albar mewakili nelayan dan sebagai pengusaha ikan nmenyatakan dengan emosional dihadapan ketua mandataris HNSI Bangka Ridwan , Pendangkalan alur muara Air Kantung menjadi persoalan serius.

“Kami nelayan ini pak Ridwan seperti anak ayam kehilangan induknya. Saya secara pribadi mendukung penuh ketua mandataris HNSI Bangka menakhodai kami agar ada wadah bagi kami berjuang. Saat ini juga nelayan kami sangat berterimakasih kepada PT. Pulomas yang menangangani alur muara dan berharap pemerintah daerah mempermanenkan keputusannya, agar pekerjaan pengerukan ini tetap dilaksanakan oleh PT. Pulomas sentosa. Karena hari ini PT. Pulomas sentosa bekerja membuka alur tanpa memikirkan untung rugi,” ujarnya.

Menyikapi berbagai persoalan kepentingan nelayan, ketua Mandataris DPC HNSI Bangka Ridwan berharap semua pihak agar duduk satu meja mencari solusi sesuai kempuan masing – masing agar persoalan nelayan bisa diselesaikan.

“Saya berharap nantinya kita bisa menyelesaikan persoalan bersama dengan duduk seperti ini. Sehingga sebagai nakhoda HNSI saya bisa membawa bahtera ini secara bersama-sama pula. Saya akan membawa semua masukan-masukan permasalahan dari perbincangan ini kedalam pertemuan konsolidasi Ormas dan lembaga Swadaya Masyarakat di pesisir sebagai masukan bagi pemerintah daerah,” pungkasnya.

Menyambung penyampaian Albar selaku perwakilan nelayan dan pengusaha ikan, M. Ali menyebutkan jadilah manusia pandai bersyukur dan berterimakasih kepada salah satu perusahaan.

“Jadilah kita manusia yang pandai bersyukur dan berterimakasih kepada khususnya PT. Pulomas sentosa, yang masih mau mengerjakan pengerukan alur muara PPNS dengan dana yang besar pada situasi darurat. Sehingga hal ini diharapkan menjadi pertimbangan khusus bagi Pj. Gubernur Bangka Belitung,” pintanya

Diskusi penguatan dan silaturahim dimulai pukul 20.30 dan ditutup pukul 23.00 oleh saidil maulana sebagai moderator dengan menggaris bawahi tiga persoalan sebagai kesimpulan.
Pertama persoalan pendangkalan muara PPNS, kedua persoalan merosotnya penghasilan nelayan yang disebabkan terjun bebasnya harga ikan yang mengakibatkan kerugian bagi para nelayan dan pengusaha perikanan dan ketiga tentang pesan persatuan NKRI janji Melayu Bugis.
Melayu dituankan ditanah Bugis demikian sebaliknya.

Hadir dalam kegiatan konsolidasi tersebut :

-M. Ali
– Sarifudin kaling nelayan 2
– Ratno ketua KISS
– Ahad kaling nelayan 1
– Albar perwakilan nelayan

HNSI
– Ridwan
– ratno
– heri ramadhani
– saidil
– selamet riyadi
– Ali oncom

LKPI
– Amsal

-SNNU (Lukman SH)

LSM
– KNPIS (selamet riyadi)
– arsan (karang taruna pelabuhan)
– heri ramadhani (formanpis)
– misdartono (ketua formanpis)
– BADAI PASIR (Khairullah)
– ASTRADA BANGKA (Ratno daeng)
– pemuda peduli ekonomi babel (fajar )

Home
Hot
Redaksi
Cari
Ke Atas