Ketua Umum JMSI Kunjungi Makam Perwira Rusia di Sabang

    Poltava singgah di Sabang untuk menambah bahan bakar berupa batubara. Saat hendak melanjutkan perjalanan ke Hongkong, penahan jangkar sebelah kanan kapal yang diproduksi tahun 1894 itu jatuh dan menghantam kepala Letnan Kholkhov.

    “Kisah Letnan Khokhlov dan kapal perang Poltava adalah salah satu bukti bahwa sejak masa silam Sabang di Aceh dan Indonesia umumnya adalah titik penting dan strategis dalam konstelasi politik global,” ujar Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Teguh Santosa yang mengunjungi makam Letnan Kholkhov di Kerkhof Merbabu, Minggu siang (28/3).

    Dalam kunjungan itu, Teguh didampingi Wakil Ketua Umum JMSI Rahimandani, Ketua JMSI Aceh Hendro Saky, dan Ketua JMSI Sulawesi Selatan Bakri Rewang. Kunjungan ke Sabang dilakukan satu hari setelah pengukuhan Pengurus Daerah JMSI Aceh yang dihadiri Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri.

    Menurut Teguh yang juga dosen hubungan internasional di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, media dapat berperan mengangkat kembali kisah-kisah dari masa lalu yang memperlihatkan peran penting berbagai daerah di Indonesia dalam percaturan politik dunia.

    “Kisah-kisah seperti ini adalah kekayaan dalam bentuk lain yang sangat penting untuk dikemas dan dituliskan dengan baik dan akurat,” ujarnya lagi.

    Di Kerkhof Merbabu ini juga dimakamkan Leon Jacques Carissan, seorang perwira kapal Le Mousquet milik Prancis, yang terluka parah dalam pertempuran di perairan Penang, Selat Malaka, melawan kapal Emden milik Jerman, pada 28 Oktober 1914. Ini adalah salah satu pertempuran laut penting di awal Perang Dunia Pertama.

    Setelah kapalnya karam, Carisssan dan puluhan pelaut Prancis lainnya diselamatkan Emden dan ditransfer ke kapal uap Newburn milik Inggris yang selanjutnya membawa mereka ke Sabang.

    Pages: 1 2 3 4
      Ikuti kami di Facebook