Kelurahan Air Salemba Ditetapkan Sebagai Kampung Moderasi Beragaman

    INTRIK.ID, PANGKALPINANG – Kelurahan Air Salemba, Kecamatan Gabek ditetapkan sebagai Kampung Moderasi Beragama Kota Pangkalpinang pertama oleh Kementerian Agama Kota Pangkalpinang, Rabu (26/7/2023).

    Masyarakat Kelurahan Air Salemba dinilai telah memenuhi kriteria diantaranya tingginya suasana kebatinan, keberagaman dan gotong royong, hingga kurangnya entitas kekerasan atau intoleran antar umat beragama.

    Dilaunchingnya program ini juga terlaksana secara serentak di 1000 kampung/kelurahan se-Indonesia yang ditayangkan secara virtual.

    Kampung moderasi beragama ditujukan sebagai penguat nilai-nilai luhur budaya dan kearifan lokal dalam mengimplementasikan cara beragama yang mengangkat martabat kemanusiaan.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Wali Kota Pangkalpinang melalui Asisten Pemerintahan dan Kesra, Akhmad Subekti mengapresiasi terpilihnya Kelurahan Air Salemba menjadi Kampung Moderasi Beragama.

    Menurutnya kelurahan tersebut merupakan tempat yang tepat untuk dijadikan kampung moderasi beragama. Meski berbeda suku, masyarakatnya dinilai selalu mengedepankan kekompakan dan toleransi beragama.

    “Masyarakatnya kompak walaupun beda-beda suku jadi di sini adalah tempat yang pas. yang penting adalah toleransi dan saling menghargai. Memang semua agama bagus, ajarannya tidak ada yang mengajarkan kekerasan. Oleh karena kita harus saling menghargai saling menjaga,” ujarnya saat memberikan sambutan.

    Meski minim konflik beragama, Bekti mengimbau agar masyarakat terus menjaga kerukunan dan kekompakan guna mendukung kemajuan Kota Pangkalpinang.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Ia juga berharap agar terpilihnya Kelurahan Air Salemba dapat memberikan literasi dan contoh bagi kampung lainnya.

    “Mudah-mudahan dengan adanya ini kita lebih kompak dan bersatu demi Pangkalpinang lebih maju,” tegasnya.

    Hal senada disampaikan Kepala Kementerian Agama Kota Pangkalpinang, Firmantasi yang berharap moderasi ini dapat meningkatkan pemahaman masyarakat dalam mengamalkan ajaran agama.

    “Terutama empat pilar, pertama komitmen kebangsaan artinya Bagaimana masyarakat memahami betapa pentingnya kita mempertahankan negara kesatuan Republik Indonesia, kedua adalah toleran di masyarakat karena itu warisan dari leluhur, ketiga adalah anti kekerasan, keempat adalah menghargai kearifan dan budaya lokal dari agama dari etnis apapun,” jelasnya.

    Bukan sekedar launching, Firmantasi menyebut bahwa setelah ini akan ada program lanjutan seperti kegiatan-kegiatan keberagaman masyarakat yang akan dikembangkan untuk meningkatkan moderasi beragama.

    “Bukan sekedar launching saja dan tidak ada tindaklanjut, tapi kami pastikan akan ada tindaklanjut dan program berikutnya,” paparnya.(*)

    Mungkin Suka Ini juga:
    Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Agustu Harap BEKISAH Dilaksanakan Tiap Tiga Bulan

    Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Agustu Harap BEKISAH Dilaksanakan Tiap Tiga Bulan

    PMI Pangkalpinang Butuh 50 Kantong Darah Tiap Hari

    PMI Pangkalpinang Butuh 50 Kantong Darah Tiap Hari

    60 Sekolah di Pangkalpinang dapat Bantuan Pusat

    60 Sekolah di Pangkalpinang dapat Bantuan Pusat

    Tak Ada Motor Sampah jadi Kendala

    Tak Ada Motor Sampah jadi Kendala

    50 Persen Rumah di Pangkalpinang Tak Ada PBB

    50 Persen Rumah di Pangkalpinang Tak Ada PBB

    DWP Kota Pangkalpinang Gelar Halal Bihalal, Mie Go: Bukan Sekedar Organisasi Istri PNS

    DWP Kota Pangkalpinang Gelar Halal Bihalal, Mie Go: Bukan Sekedar Organisasi Istri PNS